Aliran Investasi Kripto Merosot dari Rp142 Triliun ke Rp6,7 Triliun di 2022

Share :

Portalkripto.com — Aliran investasi ke aset kripto berkurang banyak di 2022. Menurut laporan CoinShares yang dirilis, Rabu, 4 Januari 2023, total investasi yang masuk hanya sebesar $433 juta atau sekitar Rp6,7 triliun.

Terjadi penurunan hingga 95% jika dibandingkan dengan 2021 yang mencatat investasi hingga $9,1 miliar (Rp142 triliun). Sementara jika dibandingkan dengan 2020 yang mencatat investasi $6,6 miliar, ada penurunan sebesar 93%.

“Aset digital mengalami inflow –pembelian produk kripto oleh investor — sebesar $433 juta sepanjang 2022, atau terendah sejak 2018 dengan inflow hanya $233 juta,” ujar kepala peneliti CoinShares, James Butterfill.

Aliran investasi ke aset kripto 2018-2022. (sumber: CoinShares).

Penurunan ini sejalan dengan anjloknya total kapitalisasi pasar kripto dari $2,3 triliun pada awal 2022 menjadi $829 miliar di akhir tahun. Pasar kehilangan valuasi hingga 64%.

Laporan CoinShares ini secara khusus melacak aktivitas produk atau instrumen yang digunakan oleh investor untuk mendapatkan eksposur kripto, termasuk Bitcoin Trust dari Grayscale atau Digital Asset ETP dari 21Shares.

Kedua instrumen itu telah menjadi platform populer bagi investor institusional yang ingin berinvestasi di kripto tetapi tidak ingin pusing memikirkan pembelian dan penyimpanannya.

Produk short-investment juga masih digemari dengan inflow mencapai $108 juta di 2022. Dalam short-investment, investor akan mendapatkan untung jika harga aset jatuh.

Short-investment mencapai rekornya pada November lalu saat exchange FTX bangkrut dan nilai pasar jatuh.

“Produk short-investment mewakili 75% dari total inflow, yang menunjukkan adanya sentimen negatif untuk kelas aset ini,” ujarnya.

Di saat yang sama, kripto yang disimpan di centralized exchange (CEX) justru menyusut ke titik terendahnya dalam dua tahun. Nilainya turun dari $22,2 miliar menjadi 21,8 miliar dalam rentang waktu itu.