Celsius Kekurangan Dana $1,2 Miliar untuk Bayar Utang

Share :

Portalkripto.com — Dokumen kebangkrutan Chapter 11 yang ditandatangani CEO Celsius Alex Mashinsky pada 14 Juli 2022 menunjukkan, platform pinjaman kripto itu kekurangan dana sebesar $1,2 miliar untuk membayar utang.

Celsius dilaporkan masih berutang ke kreditur sebesar $5,5 miliar. Namun, setelah melunasi utang ke protokol DeFi Maker, Aave, dan Compound pekan lalu, total nilai asetnya kini hanya tersisa $4,3 miliar.

Dengan demikian, Celsius defisit $1,2 miliar untuk menutup seluruh utang. Menurut dokumen tersebut, utang yang harus dibayarkan platform itu ialah utang dana pengganti untuk pelanggan sebesar $4,72 miliar dan utang lainnya sebanyak $780 juta.

Sementara aset yang dimiliki Celsius saat ini berasal dari dana di bank $170 juta, aset kripto $1,75 miliar, pinjaman bersih $620 juta, aset penambangan $720 juta, aset yang ada di lembaga keuangan lain $180 juta, nilai aset token CEL $600 juta, dan lain-lain $270 juta.

Token asli Celsius, CEL, anjlok ke level $0.42 saat berita kebangkrutan mencuat. Saat ini, menurut data CoinMarketCap, CEL berhasil naik ke level $0.73.

Dokumen tersebut juga mencantumkan Symbolic Capital Partners sebagai kreditur terbesar Celsius. Sebanyak 2.000 ETH senilai sekitar $23 juta ditahan perusahaan itu sebagai jaminan.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Terimbas Crypto Winter, OpenSea PHK 20% Pekerjanya

Analisis Pergerakan Harga BTC dan ETH, 15 Juli 2022

NFT CryptoPunk Satu Ini Berhasil Terjual Rp39 Miliar


Sementara kreditur pinjaman tanpa jaminan terbesar adalah Pharos USD Fun yang berbasis di Kepulauan Cayman, sebesar $81 juta. Ada juga Alameda Research, milik CEO FTX Sam Bankman-Fried, yang diutangi Celsius sebesar $13 juta.

Di antara aset kripto yang dimiliki Celsius, ada 410.421 Lido Staked ETH (stETH) senilai $479 juta yang menghasilkan 5% annual percentage yield (APY). Namun, token tersebut tidak dapat ditukarkan ke ETH sebelum jaringan Ethereum bertransisi ke konsensus Proof-of-Stake.

Celsius juga menjelaskan faktor kebangkrutannya di dalam dokumen itu. Ternyata, platform ini justru mengalami pertumbuhan aset yang cepat, namun ambruk karena pengelolaan yang buruk.

“Akibatnya, perusahaan melakukan penyebaran aset yang buruk. Beberapa penyebaran membutuhkan waktu sehingga perusahaan lalai menghadapi penurunan pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Celsius.