Jaksa Sebut Do Kwon Melarikan Diri dan Tak Kooperatif

do kwon terra
Share :

Portalkripto.com — Jaksa Korea Selatan mengatakan, pendiri Terraform Labs Do Kwon telah terbukti melarikan diri. Menurut laporan Bloomberg, Senin, 19 September 2022, Jaksa menduga petinggi Terra itu sedang berusaha menghindari ganti rugi.

Diketahui, Jaksa telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Do Kwon pekan lalu. Pria asal Korea Selatan itu dituding melakukan pelanggaran hukum terkait pasar modal yang berkaitan dengan runtuhnya Terra (LUNA) dan stablecoin TerraUSD (UST) pada Mei lalu.

“Ada bukti tidak langsung (Do Kwon) melarikan diri,” kata Jaksa kepada Bloomberg.

Pernyataan Jaksa ini merupakan tanggapan dari klaim Do Kwon di Twitter yang menyebutkan ia tidak melarikan diri. Penyidik saat ini tengah bekerja sama dengan badan investigasi di dalam dan luar negeri untuk mengungkap keberadaan Do Kwon.

“Saat ini, kami sedang dalam proses untuk menemukan keberadaan tersangka Do Kwon dan menangkapnya,” ujar seorang Jaksa kepada Kantor Berita Yonhap.

Do Kwon Tidak Bersikap Kooperatif

Tak hanya itu, menurut Yonhap, Jaksa juga mengatakan, Do Kwon tidak bersikap kooperatif selama penyelidikan. Kwon bahkan telah memberitahu penyidik pada Agustus lalu melalui pengacaranya bahwa dia tidak berniat untuk muncul dihadapan para penyidik untuk diinterogasi.

Pada Minggu, 18 September 2022, melalui akun Twitter pribadinya, Do Kwon buka suara soal surat perintah penangkapannya. Dia menegaskan bahwa ia tidak melarikan diri dan berniat untuk menjalin komunikasi dengan penyidik.

Do Kwon juga mengklaim ia dan timnya siap bekerja sama dalam kasus ini. Menurutnya, ia sama sekali tidak menyembunyikan apapun.

“Kami sedang dalam proses membela diri di berbagai yurisdiksi. Kami telah memegang teguh integritas yang sangat tinggi, dan berharap dapat mengklarifikasi fakta selama beberapa bulan ke depan,” tulisnya.

Jaksa dilaporkan telah menghubungi Kementerian Luar Negeri Korea Selatan untuk mengajukan permohonan pencabutan paspor Do Kwon dan lima pengembang Terra.

Mereka yang ditargetkan jaksa di antaranya Mo Han dan Mo Yu, karyawan Terra yang tinggal bersama Do Kwon di Singapura. Satu nama lainnya adalah Nicholas Platias, anggota pendiri Terraform Labs berkewarganegaraan Yunani. Sementara sisanya tidak diketahui namanya.