Survei ByBit: Orang Indonesia Riset Lebih Lama Sebelum Investasi Ketimbang Warga Amerika Utara

Share :

Portalkripto.com — Menurut hasil survei yang dilakukan oleh bursa mata uang kripto Bybit, secara umum orang Indonesia melakukan riset lebih lama sebelum melakukan investasi kripto dibandingkan kebanyakan warga Amerika Utara.

Disebutkan dalam riset berjudul “Crypto Investment Literacy“, mayoritas orang Amerika Utara melakukan investasi kripto tanpa melakukan riset apa pun tentang koin yang mereka perjualbelikan. Secara lebih detil, Bybit mengungkapkan bahwa sekitar 64% orang Amerika Utara menghabiskan waktu kurang dari dua jam atau sama sekali tidak melakukan riset sebelum berinvestasi. Mereka secara membabi buta membeli koin tanpa pengetahuan yang cukup.

Dari kelompok mayoritas tersebut, generasi muda Amerika Utara merupakan kelompok umur yang sangat minim melakukan penelitian sebelum berinvestasi. Sementara generasi yang lebih tua, terutama baby boomer atau mereka yang lahir antara tahun 1946-1964, menghabiskan waktu lebih banyak dalam penelitian dan analisis sebelum membeli aset kripto tertentu.

Survei menyatakan generasi baby boomer ini terbukti sebagai kelompok investor yang paling berhati-hati yang membatasi risiko dengan tidak berinvestasi berlebihan. Kelompok usia ini menghabiskan waktu 50% lebih banyak untuk riset dan analisis sebelum menginvestasikan uang mereka dibandingkan generasi lainnya.

Temuan menarik lainnya, investor dari negara-negara Asia lebih banyak mencurahkan sebagian besar waktunya untuk menganalisis aset kripto sebelum membelinya.

“Di antara semua kawasan, negara-negara berkembang APAC menghabiskan waktu paling lama untuk penelitian. Menariknya, dalam kelompok umur, generasi baby boomer ini menghabiskan waktu paling lama untuk riset tersebut,” demikian temuan penting riset.

Negara-negara yang termasuk negara berkembang APAC antara lain India, Filipina, Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Salah satu alasan mengapa investor di negara-negara APAC lebih banyak melakukan riset terhadap suatu aset kripto tertentu karena sebagian besar warganya tidak memiliki pendapatan tetap untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu mereka cenderung untuk melakukan riset dan analisis dengan baik sebelum memasukkan modal mereka dalam industri kripto.