Bitcoin Masih Kesulitan Tembus $69.000, Februari akan Jadi Bulan yang Berat

Share :

Ringkasan Berita

  • Koreksi Harga BTC: Bitcoin (BTC) melemah hampir 5% hingga menyentuh level $66.500 setelah gagal mempertahankan posisi di atas $70.000.
  • Resistensi Krusial: Analis memperingatkan level $69.000 menjadi hambatan teknis yang kuat karena merupakan titik konsolidasi panjang dari siklus sebelumnya.
  • Sentimen Fed & Geopolitik: Tekanan pasar dipicu oleh nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed yang bersifat hawkish serta meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Iran.
  • Februari Terburuk: Dengan penurunan 14,4%, Februari 2026 berisiko menjadi salah satu bulan terburuk bagi Bitcoin sejak 2013.

 

Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan lebih dari 5% dalam sepekan terakhir. Ini menjadi pekan keempat pergerakan BTC ditutup merah selama empat minggu terakhir dengan kerugian lebih dari 15%.

Pada perdagangan, Rabu 11 Februari 2026, Bitcoin menyentuh level terendah baru mingguan di kisaran $65.100. Penurunan ini terjadi setelah BTC kembali gagal mempertahankan posisinya di atas level $70.000, yang mempertegas keraguan pasar terhadap kekuatan tren saat ini.

BTC/USDT 1 day via Tradingview

Berikut adalah poin-poin utama dari kondisi pasar kripto berdasarkan laporan terbaru:

  • Resistensi Kuat di US$69.000: Keith Alan, co-founder dari Material Indicators, menyoroti bahwa level US$69.000 merupakan titik teknis yang sangat penting karena sejarah konsolidasi yang panjang pada tahun 2024 dan puncak siklus tahun 2021. Tanpa momentum besar, area ini berpotensi berubah menjadi resistensi yang bertahan lama.
  • Februari Menjadi Bulan yang Sulit: Data dari CoinGlass menunjukkan Bitcoin telah turun sekitar 14,4%sepanjang Februari 2026. Tekanan ini dianggap signifikan secara historis karena sejak 2013, Februari hanya tiga kali ditutup di zona merah.
  • Faktor Tekanan Makro dan Geopolitik: Penurunan tajam di awal bulan juga dipicu oleh kombinasi faktor eksternal, termasuk sentimen hawkish setelah nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang mendorong investor beralih ke aset safe-havenseperti dolar AS.
  • Likuidasi Massal: Anjloknya harga telah memicu likuidasi posisi leverage yang mencapai miliaran dolar, menciptakan efek domino yang semakin menekan harga lebih dalam.
  • Proyeksi ke Depan: Analis memperingatkan adanya risiko penarikan lebih dalam menuju level US$50.000 jika momentum pembeli tidak segera membaik. Saat ini, sentimen pasar berada di zona “ketakutan ekstrem” seiring dengan berlanjutnya arus keluar dana (outflow) dari Spot Bitcoin ETF.

BACA JUGA: Investasi Kripto Mengalami Arus Keluar $187 Juta dalam Sepekan

Meskipun kondisi saat ini terlihat bearish, beberapa pedagang mencatat adanya potensi pembentukan bottom lokal karena secara historis harga sering mencetak titik terendah bulanan di antara hari ke-4 hingga ke-7.

Namun, untuk penembusan yang berkelanjutan, pasar masih membutuhkan katalis positif yang kuat.