Telegram Bakal Luncurkan Dompet Kripto Gram Wallet secara Native

Apa itu Gram Wallet Telegram? Dompet kripto non-kustodian baru dari Pavel Durov untuk 1 miliar pengguna, terhubung dengan token Gram (TON).
Share :

Pendiri Telegram, Pavel Durov, mengumumkan bahwa platform pesan instan tersebut akan meluncurkan dompet kripto non-kustodian (self-custody) bernama Gram Wallet pada kuartal terakhir tahun ini. Dompet ini akan menghadirkan transaksi kripto self-custody kepada lebih dari 1 miliar pengguna Telegram di seluruh dunia.

Diklaim sebagai Peluncuran Terbesar dalam Sejarah

Dalam sebuah unggahan pada hari Selasa, 21 Juli 2026, Durov menyatakan bahwa dompet ini akan memungkinkan pengguna mengirim cryptocurrency secara instan dan tanpa biaya. Ia menyebutnya sebagai “peluncuran dompet kripto non-kustodian terbesar dalam sejarah umat manusia.” Meski Telegram belum mengungkapkan tanggal peluncuran pasti maupun detail teknis lebih lanjut.

Telegram sendiri telah melampaui 1 miliar pengguna aktif bulanan sejak 2025, menurut data resmi perusahaan — memberikan potensi jangkauan yang jauh melampaui kebanyakan aplikasi kripto mandiri (standalone).

BACA JUGA: Strategy Raup Modal Segar $263,5 Juta dari Penjualan Saham MSTR

Bahkan dengan tingkat adopsi terbatas sekalipun di antara basis pengguna sebesar itu, dompet ini berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap sistem pembayaran kripto self-custody dan peer-to-peer secara signifikan.

Gram: Kembali ke Akar Kripto Telegram

Pengumuman dompet ini muncul beberapa minggu setelah The Open Network (TON) — blockchain yang terintegrasi erat dengan Telegram — mengumumkan rencana mengganti nama token native-nya dari Toncoin menjadi Gram.

Perubahan nama ini menghidupkan kembali nama asli cryptocurrency tersebut dari white paper Telegram tahun 2018, yang oleh Durov digambarkan sebagai langkah “kembali ke akar” proyek tersebut.

Telegram diketahui semakin gencar mendukung ekosistem TON sejak meninggalkan proyek blockchain awal mereka, menyusul penyelesaian kasus hukum dengan Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat pada 2020 silam. Rebranding menjadi Gram ini disebut sebagai bagian dari roadmap yang lebih luas untuk memperluas layanan kripto dan fungsi Web3 di dalam platform Telegram.

 

SELF-CUSTODY

Apa itu Dompet Kripto Non-Kustodian?

Dompet non-kustodian adalah dompet kripto di mana hanya kamu yang memegang kunci privat (private key) — bukan exchange, bukan aplikasi, bukan pihak ketiga mana pun.

  • Kontrol penuh di tangan penggunaTidak ada perusahaan yang bisa membekukan atau menahan asetmu.
  • Seed phrase adalah kunci segalanyaKalau frasa pemulihan ini hilang atau dicuri, dana bisa hilang selamanya — tidak ada “lupa password” untuk direset.
  • Tanggung jawab keamanan ada di penggunaBerbeda dari dompet kustodian (seperti di exchange), tidak ada customer service yang bisa membantu memulihkan akses.
  • Contoh populerMetaMask, Ledger, Trezor, dan dompet Gram Wallet yang baru diumumkan Telegram.
DEFINISI · EDUKASI KRIPTO DASAR