Apa itu Agentic Finance yang Disebut CEO Coinbase?

ai agentic finance crypto
Share :

CEO exchanges kripto global Coinbase, Brian Armstrong, membantah anggapan bahwa perusahaan kripto perlu beralih fokus ke kecerdasan buatan (AI). Sebaliknya, ia berargumen bahwa AI justru akan mendorong permintaan terhadap layanan keuangan berbasis kripto.

Lewat unggahan di X pada hari Minggu, Armstrong mempromosikan konsep “agentic finance” (AiFi), dengan menyoroti jaringan Base milik Coinbase, stablecoin USDC, dan protokol x402 sebagai infrastruktur untuk pembayaran mesin-ke-mesin (machine-to-machine) yang dilakukan AI secara otonom.

“AI sebagai megatren tidak mengurangi relevansi kripto,” tulis Armstrong, dengan alasan bahwa AI agent akan membutuhkan uang yang dapat diprogram, bukan sistem perbankan tradisional. “Justru sebaliknya, ini membuat kripto semakin penting,” ujarnya, pada cuitan 26 Juli 2026.

Visi AiFi: AI Agent sebagai Pelaku Ekonomi Digital

Visi AiFi Armstrong berpusat pada gagasan bahwa AI agent akan menjadi partisipan aktif dalam ekonomi digital — melakukan pembayaran dan berinteraksi dengan layanan keuangan tanpa campur tangan manusia.

Armstrong bahkan memproyeksikan bahwa suatu saat, AI agent akan menyelesaikan transaksi harian lebih banyak dibandingkan gabungan seluruh transaksi manusia, meski ia tidak menyebutkan target waktu pastinya.

BACA JUGA: Binance Sengaja “Serang” Karyawannya Sendiri Setiap Bulan untuk Cegah Peretas

Dalam skema ini, software bisa memiliki dompet digital sendiri, membayar permintaan API, dan menerima layanan digital tanpa perlu membuka akun terpisah di tiap penyedia layanan — AI agent berpotensi membeli data, daya komputasi, riset, hasil generative media, atau penyimpanan lewat pembayaran kecil yang diselesaikan langsung on-chain.

 

Apa itu AI Agentic Finance (AiFi)?

Base (blockchain)
USDC (stablecoin)
x402 (protokol bayar)

AiFi (AI Agentic Finance) adalah konsep di mana AI agent bertransaksi sendiri — membayar, menerima, dan mengelola uang secara otonom lewat blockchain, tanpa perlu rekening bank atau campur tangan manusia di setiap transaksi.

  • AI punya dompet sendiriSoftware bisa menyimpan dan mengelola uang digital layaknya entitas ekonomi mandiri.
  • Bayar otomatis per permintaanAI agent membayar micro-transaction untuk data, komputasi, atau layanan lain secara instan.
  • Tanpa proses bank tradisionalTidak perlu buka rekening di tiap penyedia layanan — transaksi selesai langsung on-chain.

Protokol x402 Tembus 100 Juta Transaksi dalam 9 Bulan

Menurut laporan firma analitik blockchain Chainalysis, pembayaran agentic di jaringan Base lewat protokol x402 telah melampaui 100 juta transaksi hanya dalam kurun waktu sekitar sembilan bulan sejak diluncurkan Mei 2025. Chainalysis melacak aktivitas ini dengan mengidentifikasi alur pembayaran terkait x402 secara on-chain, dan mencatat bahwa transaksi bernilai minimal $1 menyumbang 95% dari total nilai yang dipindahkan.

Protokol x402 sendiri menghidupkan kembali kode status HTTP 402 (“Payment Required”) — sebuah standar web yang sebenarnya sudah ada sejak lama namun tak pernah benar-benar diimplementasikan secara luas.

Chainalysis turut mencatat bahwa dompet pembayaran agentic ini cenderung lebih baru, menyimpan saldo lebih kecil, dan memiliki variasi jenis aset 550% lebih banyak dibandingkan pengguna Base pada umumnya.

Namun, firma ini juga mencatat adanya catatan penting: aktivitas farming meme coin turut mendorong sebagian besar pertumbuhan transaksi di masa-masa awal — sehingga klaim bahwa seluruh 100 juta transaksi murni berasal dari AI agent independen yang membeli layanan riil masih perlu dilihat secara hati-hati.

Konteks: Laporan Kuartalan Coinbase Akan Dirilis Pekan Ini

Pernyataan Armstrong ini muncul menjelang laporan kuartal kedua Coinbase yang dijadwalkan rilis pada hari Kamis. Rata-rata proyeksi analis memperkirakan pendapatan sebesar $1,29 miliar, turun sekitar 13,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan laba per saham diperkirakan stagnan. Coinbase belum mengonfirmasi apakah mereka akan mengungkap pendapatan dari lini bisnis AiFi secara terpisah dalam laporan tersebut.

Source: Chainalysis

Base sendiri pertama kali diluncurkan Coinbase pada 2023 sebagai jaringan layer-2 Ethereum yang dirancang untuk membuat aplikasi on-chain lebih cepat dan murah — bukan dibangun khusus untuk kebutuhan pembayaran AI, namun biaya rendah dan penyelesaian transaksi yang cepat membuatnya kini menjadi jaringan utama bagi protokol x402.