Strategy Raup $334 Juta dari Penjualan Saham, tapi Belum Ada Sinyal Serok Bitcoin

strategy btc
Share :

Portalkripto.com – Strategy berhasil mengumpulkan dana sebesar $333,7 juta lewat penjualan saham biasa pekan lalu, namun tidak melakukan satu pun pembelian Bitcoin, hal ini membuat kepemilikan mereka tetap tak berubah di angka 840.447 BTC.

Rincian Penjualan Saham dan Penggunaan Dananya

Perusahaan menjual 3,46 juta lembar saham MSTR antara 10-16 Agustus lewat program penawaran at-the-market mereka, sesuai pengajuan formulir 8-K ke Securities and Exchange Commission (SEC) AS pada hari Senin, 17 Agustus 2026.

Dari total dana yang terkumpul, $52,4 juta digunakan untuk membiayai dividen dwi-mingguan saham preferen STRC, sementara $132,2 juta dipakai untuk membeli kembali (buyback) saham preferen yang sama. Sisanya, $149,1 juta, ditambahkan ke cadangan dolar AS milik perusahaan.

BACA JUGA: 4 Gejala yang Perlu Diperhatikan di Pasar Kripto Tahun 2026

Strategy membeli kembali sekitar 1,39 juta lembar saham STRC senilai $132,2 juta selama sepekan tersebut. Namun, mereka tidak melakukan buyback terhadap saham preferen lain maupun saham biasa MSTR.

Saham STRC sendiri turun 0,12% dalam perdagangan pramarket hari Senin ke level $94,67, setelah sebelumnya ditutup melemah 1,03% pada hari Jumat di posisi $94,78, menurut data Yahoo Finance.

Nihil Aktivitas Bitcoin Sepanjang Periode

Perusahaan melaporkan tidak ada pembelian maupun penjualan Bitcoin selama periode ini. Total 840.447 BTC yang mereka miliki diperoleh dengan nilai akumulasi $63,36 miliar (termasuk biaya dan pengeluaran terkait), dengan harga pembelian rata-rata $75.385 per koin.

Sementara itu, cadangan dolar AS milik Strategy tercatat sebesar $4,80 miliar per hari Minggu, termasuk perkiraan hasil dari penjualan saham yang belum sepenuhnya diselesaikan. Cadangan ini ditujukan untuk mendukung pembayaran dividen saham preferen serta bunga atas utang yang masih berjalan.

Langkah “nihil beli Bitcoin” ini melanjutkan pola yang sudah beberapa kali terlihat belakangan — di mana Strategy tetap aktif mengumpulkan modal lewat pasar saham, namun momentum pembelian Bitcoin justru mengerem.

Ini muncul di tengah sorotan analis soal perlunya kejelasan pesan strategi dari CEO Michael Saylor terkait arah kebijakan Bitcoin perusahaan ke depan, seiring investor mulai mempertanyakan konsistensi narasi “beli Bitcoin” yang selama ini jadi identitas utama Strategy.