Harga Bitcoin Melonjak Sentuh Harga $71 Ribu, Apa Pemicunya?

Bitcoin naik
Share :

Bitcoin mencatat lonjakan harian paling tajam dalam lima bulan terakhir, dengan menyentuh level $71 ribu atau naik lebih dari 9% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan harga aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasa ini mengejutkan para trader yang sebelumnya condong memperkirakan harga akan terus turun. Pasar prediksi Myriad yang tadinya memberi odds 70-30 mendukung skenario bearish, berbalik jadi nyaris seimbang hanya dalam 24 jam.

BTC/USDT 1 Day

Apa Pemicunya?

Pemicu lonjakan ini justru bukan berasal dari sektor kripto itu sendiri. Departemen Keuangan AS mengumumkan pada hari Rabu , 19 Agustus 2026, bahwa mereka akan menggandakan program buyback obligasi jangka panjang, dari $2 miliar menjadi $4 miliar per operasi mulai 9 September — mendorong yield obligasi jangka panjang turun dan melemahkan dolar AS.

Pergerakan semacam ini biasanya menguntungkan aset berisiko seperti kripto, karena melonggarkan kondisi finansial secara umum: yield yang lebih rendah mengurangi opportunity cost memegang aset non-yield seperti Bitcoin, sementara dolar yang melemah membuat aset berdenominasi dolar jadi lebih murah bagi pembeli asing — dinamika yang oleh sejumlah analis sudah dijuluki “QE Lite”.

BACA JUGA: Strategy Raup $334 Juta dari Penjualan Saham, tapi Belum Ada Sinyal Serok Bitcoin

Momentumnya juga bertepatan dengan pertemuan di Gedung Putih antara eksekutif kripto dan regulator, ditambah proposal baru SEC yang melonggarkan aturan pendaftaran untuk sejumlah penawaran aset digital.

Kombinasi faktor ini menciptakan momentum sempurna bagi investor bullish kripto, dan pergerakan harga pun melampaui ekspektasi dengan cepat.

Likuidasi Short Senilai $1,14 Miliar dalam Satu Jam

Panel likuidasi CoinGlass mencatat total $1,14 miliar posisi short di seluruh pasar kripto terlikuidasi hanya dalam satu jam, dengan Bitcoin sendiri menyumbang $677,64 juta dari jumlah tersebut.

Saham-saham terkait kripto pun ikut terangkat momentum ini — Strategy naik hampir 12%, Coinbase naik 9%, sementara Circle dan BitMine masing-masing menguat sekitar 9-10% dalam sehari.

Pasar Tak Menduga

Tak satu pun yang menduga lonjakan ini akan terjadi, dan pasar prediksi jadi cerminannya. Pasar “BTC Next Move” di Myriad — yang mempertaruhkan apakah harga akan melonjak ke $84.000 atau justru anjlok ke $55.000 — beberapa hari lalu masih menunjukkan sekitar 70% trader condong ke skenario penurunan.

Pada Rabu sore, odds tersebut sudah runtuh menjadi nyaris seimbang: 51,9% untuk skenario $55K, berbanding 48,1% untuk skenario $84K.

Pergeseran ini tidak cuma terjadi di Myriad. Pasar utama Polymarket untuk harga Bitcoin 2026 sebelumnya memperkirakan peluang 56% BTC akan menyentuh $55.000 sebelum akhir tahun, dan hanya 51% peluang mencapai $75.000 per pekan lalu.

Di Kalshi, trader bahkan lebih berhati-hati, memberi Bitcoin peluang 54% menembus $67.500 di bulan Agustus dan cuma 31% untuk mencapai $70.000 — dua ambang batas yang justru berhasil dilewati Bitcoin pada hari Rabu.

Level Kunci yang Perlu Dipantau

Yang menarik dari situasi ini bukan soal ramalan akurat, melainkan cerminan siapa yang paling “kena getok” oleh pergerakan mendadak ini — pasar prediksi jangka pendek jelas kecolongan oleh kenaikan 7% yang tidak mereka antisipasi, sementara pasar prediksi akhir tahun nyaris tidak bergeming.

Level penting selanjutnya yang perlu diperhatikan berada di $70.284 — batas bawah zona resistance pada chart Bitcoin. Penutupan harian di atas level tersebut berpotensi membuka jalan menuju $73.245, sementara kehilangan level $68.000 akan menyeret Bitcoin kembali ke rentang pergerakan yang sudah menahannya sejak Juni.