Harga Bitcoin dan Emas Anjlok, Pasar Bersiap Hadapi Turbulensi

Share :

Bitcoin (BTC) jatuh ke level terendah dalam dua bulan pada Kamis (waktu setempat), seiring aset kripto ikut terseret aksi jual mendadak yang juga melanda pasar saham dan logam mulia.

Data TradingView mencatat Bitcoin menyentuh level terendah baru di tahun 2026, dengan harga turun hingga US$81 ribu atau hampir 8% dalam satu hari.

BTC/USDT 1 day via Tradingview

Level support di harga pembukaan tahunan 2026 serta sejumlah moving average gagal menahan tekanan jual. Dalam waktu empat jam, likuidasi di pasar kripto melampaui US$500 juta.

Kejatuhan emas ikut menyeret Bitcoin

Penurunan tajam ini tidak hanya terjadi pada Bitcoin dan altcoin. Pasar global ikut terguncang oleh gejolak aset berisiko. Emas, yang sebelumnya sempat mencetak rekor baru di US$5.600 per ons, tiba-tiba anjlok US$400 hanya dalam 30 menit. Penurunan tersebut menghapus nilai pasar yang bahkan lebih besar dari total kapitalisasi pasar Bitcoin.

Meski volatilitas meningkat, sebagian pelaku pasar Bitcoin melihat peluang bahwa koreksi besar ini justru bisa menjadi titik reset bagi pasar bullish.

Trader dan analis kripto Michaël van de Poppe menulis di X bahwa pasar sedang bergerak liar setelah emas dan perak menghapus nilai triliunan dolar dalam waktu singkat.

“Bitcoin memang ikut turun dalam fase kepanikan ini dan kemungkinan masih bisa mencetak level yang lebih rendah,” tulisnya. “Area di bawah US$84.000 akan menjadi zona likuiditas yang menarik. Peluang emas dan perak untuk kembali tenang semakin besar — dan saat itulah waktunya Bitcoin bersinar.”

BACA JUGA: Bitcoin Belum Temukan Momentum, Tapi 4 Faktor Makro Ini Perlu Dipantau

Sementara itu, CEO Coin Bureau Nic Puckrin menilai pergerakan ekstrem pada logam mulia sebagai sesuatu yang tidak lazim. “Emas dan perak biasanya tidak bergerak seperti ini,” ujarnya, menyebut pergerakan harga terbaru sebagai sesuatu yang “gila”.

Menurut Puckrin, dolar AS mengalami erosi kepercayaan, sementara lonjakan permintaan emas dan perak menunjukkan investor serta bank sentral sedang bersiap menghadapi turbulensi global.

“Mereka sedang melakukan preposisi,” tulisnya. “Antusiaslah pada logam mulia, tapi pahami bahwa pembelian ini pada dasarnya adalah asuransi. Dan ketika emas serta perak benar-benar bergerak ekstrem seperti ini, kita perlu waspada.”