Ethereum Tembus All Time High, Naik 250% Sejak April

Ethereum Tembus All Time High, Naik 250% Sejak April
Share :

 

Ringkasan Berita

  • Rekor Baru: ETH tembus $4.867, tertinggi sejak Nov 2021, reli 250% sejak April ($1.385).
  • Dorongan ETF: ETF Ethereum AS catat inflow $287,6 juta, total AUM kini $12,12 miliar.
  • Akumulasi Korporat: Treasury perusahaan beli $1,6 miliar ETH, total kepemilikan capai $29,75 miliar.
  • Altseason Dimulai: Dominasi Bitcoin turun <60%, dana investasi lebih banyak masuk ke ETH ($2,86 miliar).

Ethereum (ETH) mencetak rekor harga baru (all time high) pada perdagangan Jumat, 22 Agustus 2025. Token native jarinagn Ethereum ini menembus level $4.867. Ini merupakan pencapaian tertinggi sejak November 2021.

Reli ETH Sejak April 2025

Harga ETH melonjak sekitar 14% hanya dalam sehari, bertepatan dengan pernyataan dovish Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2025.

Dengan reli ini, ETH sudah naik lebih dari 250% dari level terendahnya pada April lalu di $1.385.

ETH/USDT 1 Day via Tradingview

Powell menegaskan stabilitas pasar tenaga kerja memberi ruang bagi The Fed untuk lebih hati-hati, namun kondisi likuiditas yang semakin longgar dipandang sebagai katalis positif bagi aset berisiko, termasuk Ethereum.

Lonjakan Aliran Dana ke ETF Ethereum

Pasar ETH juga mendapat dukungan kuat dari ETF Ethereum berbasis AS, yang pada 21 Agustus 2025 mencatat aliran dana masuk sebesar $287,6 juta setelah sebelumnya empat hari berturut-turut mengalami outflow. Berdasarkan data di Farside Investors, kini, total aset yang dikelola ETF ETH mencapai lebih dari $12,12 miliar.

ETH ETF Netflow, sumber: Farside Investors

 

Selain itu, perusahaan treasury korporat juga semakin banyak mengakumulasi ETH. Dalam sebulan terakhir, pembelian mencapai sekitar $1,6 miliar, dengan BitMine, SharpLink, Bit Digital, BTCS, dan GameSquare sebagai pembeli aktif. Total kepemilikan korporat kini mencapai $29,75 miliar.

BACA JUGA: ETF Bitcoin dan ETH di AS Catat Volume Perdagangan Terbesar Sepanjang Sejarah

Dari Aset Spekulatif ke Aset Cadangan

Menurut CEO NoOnes, Ray Youssef, ETH kini mulai dipandang bukan sekadar token spekulatif, melainkan aset cadangan dengan utilitas tinggi.

Bahkan, Standard Chartered menaikkan target harga akhir tahun ETH menjadi $7.500 (dari $4.000), dengan proyeksi $25.000 pada 2028. Beberapa analis lebih optimis, memperkirakan ETH bisa mencapai $13.000 dalam beberapa bulan ke depan.

“Biasanya, ketika harga mencapai level all-time high (level psikologis), para OG dari 2012–2015 mulai menjual. Jika aksi jual atau suplai itu tidak diimbangi dengan permintaan nyata, maka terbentuklah puncak harga. Kita sempat melihat pola ini pada puncak harga sebelumnya,” ujar Youssef.

“Namun kali ini, sekalipun suplai itu ada, permintaan nyata muncul untuk menyerapnya. Arus masuk ETH, perusahaan treasury (seperti BNMR, Sharplink, dll.), ditambah dengan dorongan dari Genius Acts terhadap Ether, DeFi, dan stablecoin, telah menciptakan badai sempurna saat ini.”

“Altseason” Dimulai, Dominasi Bitcoin Turun

Kenaikan ETH juga beriringan dengan penurunan dominasi pasar Bitcoin (BTC). Untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir, pangsa pasar BTC turun di bawah 60%, dari puncaknya tahun ini di 66%.

Hal ini menjadi sinyal rotasi modal ke altcoin, terutama ETH, sebagai aset kripto berkapitalisasi besar dengan potensi imbal hasil lebih tinggi.

Data CoinShares menunjukkan produk investasi berbasis Ethereum menarik dana sebesar $2,86 miliar dalam sepekan yang berakhir 15 Agustus, jauh melampaui aliran masuk Bitcoin sebesar $552 juta pada periode yang sama.