Harga Bitcoin kembali anjlok ke level $62 ribu atau turun sekitar 14% dalam sehari. Tekanan jual mengakibatkan harga aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini turun ke level terendah sejak Oktober 2024.
Analis portalkripto Wisnu Saputra menyebutkan tekanan jual diprediksi akan terus berlanjut. Pasalnya support zine pergerakan Bitcoin di level $74 ribu sudah jebol.
Menurutnya, pergerakan harga Bitcoin (BTC) masih berada dalam fase krusial setelah tekanan jual tajam dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan analisis teknikal pada timeframe mingguan, pasar saat ini berpotensi menembus area RBS (Resistance Become Support) sebelum memasuki fase ranging di zona DZ (Discount Zone).
“Jika skenario ini terjadi, pergerakan harga diperkirakan akan bergerak tidak searah (sideways) dalam rentang terbatas sambil menunggu reaksi pelaku pasar terhadap area likuiditas berikutnya,” ujar Wisnu, Jumat, 6 Februari 2026.
BACA JUGA: Harga Bitcoin Ambles 14% Dalam Sehari, Sentuh Level Terendah Satu Tahun
Wisnu membagikan forecast Bitcoin pada pergerakan saat ini, berikut analisanya:
Dua Skenario Kunci Pergerakan Harga
Skenario Bearish (Likuiditas Bawah)
Apabila harga respect area iFVG (inverse Fair Value Gap) dan gagal menembusnya, tekanan jual berpotensi berlanjut. Dalam kondisi ini, Bitcoin diperkirakan akan melanjutkan penurunan menuju Old Low untuk mengambil likuiditas yang masih tersisa di area bawah.
Skenario ini sejalan dengan struktur pasar yang masih lemah dan sentimen yang belum sepenuhnya pulih.

Skenario Bullish (Reversal Jangka Menengah)
Sebaliknya, jika area iFVG berhasil ditembus secara valid, maka struktur bearish jangka pendek dapat batal. Dalam kondisi ini, Bitcoin berpeluang bergerak naik kembali dan membuka ruang untuk pemulihan harga menuju area resistensi berikutnya.

Kesimpulan Sementara
Secara keseluruhan, Bitcoin saat ini berada di fase penentuan arah. Reaksi harga di area DZ dan iFVG akan menjadi kunci untuk menentukan apakah pasar akan melanjutkan penurunan menuju likuiditas bawah, atau justru membentuk reversal dan kembali menguat.
Trader dan investor disarankan untuk memperhatikan konfirmasi price action serta manajemen risiko yang ketat, mengingat volatilitas masih relatif tinggi.


