Harga Bitcoin Ambles 14% Dalam Sehari, Sentuh Level Terendah Satu Tahun

Bitcoin ambles
Share :
Ringkasan Berita

  • Harga Bitcoin (BTC) anjlok 14% dalam sehari dan sempat menyentuh level US$60.000.
  • Dalam sepekan terakhir, BTC terkoreksi 28,7% dan turun 35,6% secara bulanan.
  • Volatilitas implisit Bitcoin melonjak ke 75%, tertinggi sejak peluncuran ETF 2024.
  • Analis menyebut BTC berada dalam kondisi oversold ekstrem, setara krisis besar sebelumnya.
  • Crypto Fear and Greed Index berada di level 9, menandakan ketakutan ekstrem di pasar.

 

Harga bitcoin (BTC) ambles 14% hanya dalam satu hari, sempat menyentuh level terendah di kisaran US$60.000. Level ini merupakan harga terendah sejak Oktober 2024.

Bitcoin Sentuh US$60.000, Volatilitas Melejit, Trader Bersiap Hadapi Fase Berikutnya

Dalam sepekan terakhir, BTC telah kehilangan 28,7%, sementara secara bulanan kini terkoreksi 35,6%—penurunan yang semakin terasa berat akibat tekanan jual ekstrem hari ini.

BTC/USDT 1 week via Tradingview

Jeff Park, Partner sekaligus Chief Investment Officer Procap Financial, mengungkapkan di platform X bahwa volatilitas implisit bitcoin kini mencapai 75%.

“Volatilitas implisit bitcoin sekarang berada di 75%,” tulis Park. “Ini adalah level tertinggi sejak peluncuran ETF pada 2024, dan akhirnya lebih tinggi dibanding volatilitas emas. Saya tahu ini sangat menyakitkan saat ini, tetapi semua ini adalah bagian dari proses yang dibutuhkan Bitcoin untuk mencetak level tertinggi baru. Kenaikan tajamnya nanti akan berlangsung cepat.”

Meski harga tertekan, kehati-hatian masih mendominasi. Chris Burniske dari Placeholder VC mengaku belum tertarik untuk masuk pasar. “Mengamati dengan penuh minat, tapi belum membeli. Saya memperkirakan akan ada pantulan, namun rasanya fase ‘pertumpahan darah’ belum selesai,” tulisnya.

BACA JUGA: ETF Bitcoin Catat Arus Masuk $562 Juta, Sinyal Positif?

BTC dalam Kondisi Oversold

Sementara itu, Kepala Riset Galaxy Digital, Alex Thorn, menyebut bitcoin saat ini berada dalam kondisi oversold paling ekstrem sejak kolapsnya Three Arrows Capital (3AC) pada Juni 2022, berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI) 30 hari.

“Dari perspektif RSI, ini masuk tiga besar kondisi oversold terburuk sepanjang sejarah. November 2018 saat BTC jatuh dari US$6.000 ke US$3.000, Juni 2022 saat 3AC runtuh, dan 5 Februari 2026,” ujar Thorn.

Di sisi lain, peta likuidasi bitcoin kini justru condong merugikan posisi short. Tercatat potensi kerugian sebesar US$28–30 miliar bagi trader bearish di rentang harga saat ini hingga area US$108.000–US$109.000, sementara posisi long nyaris telah tersapu habis.

Data Coinglass menunjukkan bahwa sekitar US$2,65 miliar posisi derivatif kripto terlikuidasi pada Kamis, dengan US$1,22 miliar di antaranya berasal dari posisi long bitcoin.

Aksi jual tajam ini kembali membawa pasar ke titik persimpangan yang familiar—indikator teknikal yang terentang, leverage yang menipis, dan psikologi pasar yang rapuh.

Sinyal oversold dan ketimpangan likuidasi membuka peluang terjadinya pergerakan balik yang tajam, namun bayang-bayang kehati-hatian masih menyelimuti pasar. Crypto Fear and Greed Index (CFGI) saat ini berada di level 9, menandakan kondisi “extreme fear.”