Harga Ethereum Menguat, 3 Sentimen yang Membuatnya Bullish

Harga Ethereum Menguat, 3 Sentimen yang Membuatnya Bullish?
Share :

Mengapa Ethereum Naik?

Ringkasan empat faktor utama yang mendorong reli singkat ETH:

  1. Inflow ETF Institusional (Bullish): ETF Ethereum AS mencatat arus masuk $96.6M dalam 24 jam pada 25 Nov, bagian dari gelombang $318M untuk altcoin ETF — membantu mengurangi pasokan aktif di bursa.
  2. Aktivitas Whale & Dinamika Pasokan (Bullish): Whale menambah ~138K ETH (~$408M) dalam 7 hari; ETH yang tersimpan di exchange turun ke 11.8M (level 2 tahun)—menekan pasokan likuid.
  3. Ekspektasi Fusaka Upgrade (Mixed): Upgrade Fusaka (3 Des) menghadirkan PeerDAS dan peningkatan blob capacity → potensi throughput L2 lebih baik, namun momentum “buy the rumor” bisa terhambat faktor makro.
  4. Risiko & Hal yang Dipantau: Perhatikan peluncuran ETF Desember (potensi diversifikasi modal), perilaku whale (jual saat rally), dan kemampuan ETH mempertahankan level > $2,950 (200-day EMA).

 

Harga Ethereum (ETH)  tetap tangguh dan berhasil bertahan di atas $2.900 setelah naik 2% ke level $2.903 dalam 24 jam terakhir. Arus masuk kuat pada ETF spot Ethereum di AS, termasuk pembelian signifikan oleh BlackRock, membantu menjaga momentum positif aset ini.

Meski pasar masih diliputi ketidakpastian, pergerakan Ethereum sejauh ini sejalan dengan tren penguatan Bitcoin, meski dengan kenaikan yang lebih tipis.

Pasar kripto secara keseluruhan juga naik tipis—sekitar 1,24%—setelah kekhawatiran investor mulai mereda. Namun, posisi ETH masih rentan berada di area krusial, terutama ketika aset utama lain seperti BTC, SOL, XRP, dan DOGE hanya mencatatkan kenaikan kecil.

ETF Ethereum Catat Arus Masuk Besar, BlackRock Ikut Memborong

ETF spot Ethereum mencatat arus masuk bersih sebesar $96,6 juta pada 24 November, dengan klien BlackRock menyumbang $92,6 juta—menjadi arus masuk pertama BlackRock dalam dua minggu terakhir.

ETH ETF Inflow

Data ini menunjukkan peningkatan minat investor terhadap Ethereum, terlebih ketika dana tersebut masuk saat ETF Bitcoin justru mencatatkan arus keluar.

Selain itu, entitas besar BitMine juga menambah 69.822 ETH—senilai lebih dari $200 juta—dalam sepekan terakhir. Total kepemilikan mereka kini mencapai 3,63 juta ETH, atau sekitar 3% dari suplai yang beredar.

BACA JUGA: Bitcoin Mulai Pulih dan Tekanan Jual Mereda, Perhatikan Beberapa Indikator Ini!

Analis: Ethereum Memasuki Fase Bullish Lambat

Seorang analis kripto menyatakan bahwa ETH berada dalam fase slow bull mode, yakni kenaikan bertahap yang menandakan siklus bullish yang lebih panjang.

Pola yang terlihat pada grafik mingguan menunjukkan struktur mirip siklus bullish sebelumnya—dengan pembentukan titik dasar (bottom) yang biasanya menjadi sinyal momentum kenaikan berikutnya. Tren historis ini memperkuat prospek bullish jangka menengah ETH.

Arah Harga Ethereum Berikutnya

Per 25 November 2025, harga ETH berada di $2.903. Dalam beberapa minggu terakhir, ETH bergerak volatil dalam kisaran $2.700–$3.300, mengindikasikan fase konsolidasi. Para trader kini menunggu apakah ETH mampu menembus resistance utama di $3.000.

Jika level tersebut berhasil ditembus, ETH berpotensi melanjutkan reli menuju target lebih tinggi.

Indikator MACD kini menunjukkan momentum positif setelah garis MACD melintasi garis sinyal, sementara histogram bergerak di zona hijau—biasanya tanda awal tren naik. RSI berada di sekitar level netral 50; lonjakan di atas 50 dapat mengonfirmasi kekuatan bullish tambahan.

Namun, jika harga turun kembali di bawah support $2.700, tekanan jual dapat meningkat.