Penurunan Harga Bitcoin Saat Ini Dianggap Kesempatan oleh Whale

Share :

Ringkasan Berita

  • Bitcoin turun ke bawah US$70.000 dan dipersepsikan berbeda oleh holder lama dan investor institusional.
  • CEO Bitwise menilai institusi melihat koreksi ini sebagai peluang membeli di level yang sebelumnya terlewat.
  • Dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin turun 22,6% dan terseret tekanan pasar makro global.
  • Meski pasar terkoreksi, arus dana institusi tetap kuat, termasuk inflow besar ke ETF Bitcoin spot.

 

Penurunan harga Bitcoin ke bawah US$70.000 dipersepsikan secara berbeda oleh pemegang jangka panjang dan investor institusional. Dalam kondisi ini, mereka justru melihat level harga yang sebelumnya dianggap sudah terlewat selamanya.

“Saya pikir pemegang lama merasa ragu-ragu, sementara kelompok investor baru—terutama institusi—melihat ini sebagai kesempatan baru,” ujar CEO Bitwise, Hunter Horsley, dalam wawancara dengan CNBC pada Jumat, 6 Februari 2026.

Pernyataan tersebut kontras dengan optimisme sebelumnya. Pada Oktober lalu, Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, Geoff Kendrick, bahkan menyatakan bahwa ia tidak memperkirakan Bitcoin akan kembali turun di bawah US$100.000.

Bitcoin Terseret Tekanan Makro

Horsley mengakui bahwa koreksi harga Bitcoin terjadi pada waktu yang terbilang tidak biasa, mengingat meningkatnya upaya kejelasan regulasi serta minat institusional yang terus tumbuh. Namun dalam 30 hari terakhir, berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin tercatat turun 22,6% dan diperdagangkan di kisaran US$69.635,

Ia menilai Bitcoin saat ini berada dalam fase bear market dan ikut terseret tekanan pasar global. “Bitcoin sedang terbawa arus bersama aset makro lainnya, karena investor menjual semua aset yang likuid,” kata Horsley.

BACA JUGA: Pasar Kripto Alami Capitulation, Berikut Penjelasannya

Menurutnya, dalam kondisi saat ini Bitcoin lebih banyak diperdagangkan seiring dengan aset likuid lain, bukan sebagai aset lindung nilai.

Tekanan serupa juga terlihat di pasar komoditas. Harga emas telah turun 11,43% dari rekor tertingginya di US$5.609 pada 28 Januari, sementara perak terkoreksi lebih dalam, yakni 35,95% dari puncaknya di US$121,67.

Arus Dana Institusi Tetap Kuat

Meski pasar terkoreksi, Horsley menegaskan bahwa permintaan Bitcoin masih solid, terutama dari kalangan institusi. Ia menyebut Bitwise saat ini mengelola lebih dari US$15 miliar dana institusional, dan hanya dalam satu hari—saat Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$77.000—perusahaan mencatat arus masuk lebih dari US$100 juta.

“Volume transaksi sangat besar. Ada penjual, tapi juga ada pembeli,” ujar Horsley.

Minat investor ritel juga menunjukkan peningkatan. Data Google Trends mencatat pencarian global untuk kata kunci “Bitcoin” mencapai skor 100 pada pekan yang dimulai 1 Februari—level tertinggi dalam 12 bulan terakhir—seiring harga Bitcoin turun ke US$60.000, level terendah sejak Oktober 2024.

Di sisi lain, ETF Bitcoin spot milik BlackRock mencatat arus masuk sebesar US$231,6 juta pada Jumat, setelah mengalami dua hari arus keluar besar di tengah volatilitas pasar kripto.