Portalkripto.com — Blockchain Ethereum telah berhasil menyelesaikan transisi dari mekanisme konsensus proof-of-work (PoW) ke mekanisme konsensus proof-of-stake (PoS) setelah penggabungan Mainnet dan Beacon Chain.
Proses yang disebut The Merge ini berlangsung pada 15 September 2022, pukul 13.42 WIB. Secara resmi penambang digantikan oleh validator yang mempertaruhkan Ether (ETH) untuk memproses transaksi, menambahkan blok baru, dan memelihara jaringan.
Lalu bagaimana proses selanjutnya? Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, telah menguraikan roadmap yang berisi lima tahapan proses yang akan dilalui Ethereum.
Tujuan akhirnya adalah, jaringan bisa memiliki frekuensi dan ukuran blok yang besar serta kemampuan untuk memproses ribuan transaksi per detik. Tak hanya itu, jaringan juga terjamin dan tahan sensor.
Berikut roadmap blockchain Ethereum yang diungkap Buterin.
1. The Merge
The Merge adalah langkah pertama dalam proses ini. Perubahan penting dalam The Merge adalah pengurangan konsumsi daya jaringan secara drastis hingga 99%.
Beberapa jam sebelum The Merge, Buterin mengutip Justin Drake, seorang peneliti Ethereum, yang mengatakan The Merge diperkirakan bisa mengurangi konsumsi listrik global sebesar 0,2%.
Perubahan penting kedua dari upgrade ini adalah berkurangnya penerbitan ETH dalam bentuk rewards kepada validator atas upaya mereka memelihara jaringan. Hal ini mengubah ETH menjadi aset deflasi.
2. The Surge
Dalam proses ini, Ethereum akan menerapkan sharding pada 2023. Sharding adalah langkah penting untuk meningkatkan skalabilitas kemampuan blockchain untuk menyimpan dan mengakses data.
Ethereum Foundation menjelaskan, sharding adalah proses memisahkan database secara horizontal untuk menyebarkan beban kerja jaringan. Ethereum akan menggunakan sharding bersama dengan blockchain rollup layer-2.
Tujuan sharding adalah untuk mengurangi kemacetan jaringan dan meningkatkan transaksi per detik. Database akan semakin besar sehingga validator tidak perlu menyimpan beban data yang banyak.
Ethereum saat ini dapat memproses sekitar 15-20 transaksi per detik. Jika sudah ada rollup dan sharding, jaringan bisa memproses hingga 100.000 transaksi per detik.
3. The Verge
Dalam The Verge, Ethereum akan memperkenalkan Verkle trees, yang akan mengoptimalkan penyimpanan data dan ukuran node.
Buterin menjelaskan, Verkle trees memiliki fungsi yang sama dengan Merkle trees. Keduanya menjumlahkan semua transaksi dalam satu blok dan membuat bukti seluruh kumpulan data bagi pengguna yang ingin memverifikasi keasliannya.
Upgrade teknis ini memungkinkan pengguna untuk menjadi validator jaringan tanpa harus menyimpan data dalam jumlah besar di mesin mereka.
4. The Purge
The Purge adalah penghapusan data historis dalam upaya mengurangi kemacetan jaringan dengan membersihkan data yang berlebihan.
Proses ini akan mengurangi jumlah data yang perlu disimpan oleh validator sehingga memungkinkan jaringan untuk menangani sekitar 100.000 transaksi per detik.
5. The Splurge
Berbagai macam upgrade tambahan.
Seseorang harus mempertaruhkan 32 ETH untuk bisa menjadi validator. Banyak yang mengira ETH yang dipertaruhkan itu bisa diambil setelah The Merge selesai.
Namun, untuk memastikan stabilitas jaringan, validator hanya dapat menarik ETH yang dipertaruhkan setelah upgrade Shanghai. Upgrade ini rencananya akan dilakukan 12 bulan setelah The Merge.


