3 Regulator AS Keluarkan Pernyataan Bersama, Kripto Tidak Aman untuk Bank

Share :

Portalkripto.com — Tiga regulator Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bersama tentang risiko mata uang kripto terhadap bank. Tiga lembaga tersebut adalah Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), Federal Reserve atau bank sentral, dan Office of the Comptroller of the Currency (OCC).

Mereka memperingatkan kripto tidak aman untuk dunia perbankan karena volatilitas dan kerentanan signifikan dalam setahun terakhir yang dialami industri terkait.

Mereka menyatakan bahwa bank yang “berurusan” atau mulai menawarkan layanan untuk aset kripto sangat berisiko.

“Berdasarkan pemahaman dan pengalaman saat ini, kami percaya bahwa menerbitkan atau memegang aset kripto yang dikeluarkan, disimpan, atau ditransfer pada jaringan terbuka, publik, dan atau terdesentralisasi sangat tidak konsisten dengan praktik perbankan yang aman dan sehat, ”bunyi pernyataan bersama.

Gara-gara FTX

Deklarasi bersama ini dibuat setelah sejumlah politisi AS mendesak regulator untuk lebih transparan dalam mengawasi industri kripto menyusul ambrukya mega exchange FTX pada November 2022.

Bulan lalu, Senator partai Demokrat Elizabeth Warren dari Massachusetts dan Tina Smith dari Minnesota mendesak Ketua Federal Reserve Jerome Powell menjelaskan hubungan bank-bank di Amerika dengan industri kripto setelah runtuhnya FTX.

Mereka menanyakan bagaimana The Fed mengevaluasi risiko dari kripto terhadap bank dan sistem perbankan. Menurut mereka, hal itu perlu ditanyakan karena hubungan perusahaan kripto dengan sistem perbankan semakin intim daripada sebelumnya.

Para politisi menyuarakan keprihatinannya karena Alameda Research, perusahaan trading milik FTX, menginvestasikan $11,5 juta di bank Moonstone yang berbasis di Washington dan bank AS lainnya. Akibatnya bank tersebut mengalami volatilitas yang tinggi karena investasi kripto.

Regulasi kripto di AS sedang menjadi topik hangat setelah kebangkrutan FTX karena banyak pelanggan asal Amerika yang menginvestasikan dananya di exchange tersebut padahal FTX berbasis di Bahama.