30 Perusahaan Teknologi Cina Larang Perdagangan NFT

Share :

Portalkripto.com — Sejumlah perusahaan teknologi raksasa di Cina, termasuk Tencent Holdings dan Ant Group, telah menandatangani pakta untuk melarang aktivitas perdagangan nonfungible token (NFT) di pasar sekunder atau marketplace. Pakta itu juga berisi aturan perdagangan NFT yang berlaku di dalam negeri.

Shanghai Securities News pada Kamis lalu melaporkan, pakta yang bertajuk “Digital Collectible Industry Self-Discipline Development Initiative” itu diinisiasi oleh Chinese Cultural Industry Association.

Pakta yang telah ditandatangani pada 30 Juni 2022 tersebut berisi 14 pasal. Selain dilarang untuk melakukan perdagangan sekunder, penandatangan diminta untuk melakukan otentikasi nama asli saat menjual NFT kepada kolektor.

Pakta tersebut juga meminta penandatangan untuk memastikan teknologi blockchain mereka aman dan terkendali untuk melindungi informasi pribadi pengguna dalam platform.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Pelaku Industri Kripto Optimis Badai akan Berlalu

Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?


Koleksi digital dalam bentuk NFT menjadi sangat populer di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar berkat adanya pasar sekunder.

Cina tidak memiliki aturan jelas mengenai NFT. Negara ini dikenal tidak memiliki toleransi terhadap apapun yang mengancam stabilitas keuangan, salah satunya dengan melarang perdagangan kripto.

Namun, beberapa waktu belakangan, sejumlah perusahaan Cina mulai masuk ke dunia NFT. Tencent Holding dan Ant Group bahkan membuka marketplace sendiri.

Kantor berita Xinhua juga mengeluarkan koleksi NFT pada Desember lalu. Penduduk Cina daratan diketahui hanya dapat membeli NFT menggunakan yuan Cina.