Harga Bitcoin (BTC) menguat tipis dalam 24 jam terakhir setelah pasar mulai mencerna sejumlah tekanan makroekonomi dan regulasi di Amerika Serikat.
Bitcoin naik 0,81% ke level $76.937. Kenaikan ini sedikit tertinggal dari pasar kripto secara keseluruhan yang tumbuh 1,31% pdalam 24 jam terakhir
Penguatan Bitcoin dinilai lebih mencerminkan relief bounce, yakni pemulihan setelah tekanan jual akibat sejumlah sentimen negatif mulai terserap oleh pasar.
Salah satu tekanan utama berasal dari keputusan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023. Sentimen negatif lainnya datang dari kegagalan Senat AS memajukan CLARITY Act.
Setelah kedua katalis tersebut diperhitungkan dalam harga, tekanan jual mulai mereda. Namun, belum terlihat katalis baru yang cukup kuat untuk mengubah tren Bitcoin menjadi bullish.
Bitcoin Masih Dipengaruhi Sentimen Makro
Pergerakan Bitcoin saat ini masih berkorelasi erat dengan pasar saham AS. Korelasi Bitcoin dengan indeks S&P 500 tercatat sebesar 71%.
Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan BTC masih banyak dipengaruhi oleh sentimen makro dan perubahan selera risiko investor.
Total kapitalisasi pasar kripto juga meningkat 1,31%. Pasar perlu melihat apakah kapitalisasi tersebut mampu bertahan di atas $2,63 triliun untuk mengonfirmasi pemulihan minat terhadap aset berisiko.
BACA JUGA: RUU CLARITY Gagal Maju di Senat AS, Begini Respons Petinggi Industri Kripto
Di sisi lain, belum terdapat katalis spesifik dari pasar kripto yang menjadi pendorong utama kenaikan Bitcoin.
Aktivitas likuidasi Bitcoin turun 71,51%, sementara funding rate masih berada di level positif namun relatif moderat. Kondisi ini menunjukkan pasar derivatif yang lebih tenang dengan tekanan leverage yang berkurang.
Level $75.600 Jadi Support Bitcoin
Dari sisi teknikal, Bitcoin masih bergerak dalam rentang konsolidasi. Level $75.586 menjadi support penting, sedangkan $76.700 merupakan resistance terdekat. Sementara itu, rata-rata pergerakan tujuh hari atau 7-day SMA berada di sekitar $76.473.
Bitcoin perlu menembus $76.700 untuk menunjukkan penguatan momentum yang lebih solid. Sebaliknya, apabila BTC kehilangan support di sekitar US$75.600, harga berpotensi kembali menguji level $74.900.
Dengan demikian, struktur harga Bitcoin saat ini masih cenderung netral dan belum menunjukkan arah tren yang kuat.
Pertemuan The Fed Jadi Perhatian
Investor selanjutnya akan mencermati pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28 Oktober sebagai salah satu katalis makro utama berikutnya.
Selain kebijakan suku bunga, pelaku pasar juga akan memperhatikan arus dana ETF Bitcoin spot. Produk investasi tersebut sebelumnya mencatat arus keluar yang signifikan pada awal pekan.
Jika arus keluar ETF mulai stabil atau berbalik menjadi arus masuk ketika Bitcoin mampu bertahan di kisaran $75.600-$76.700, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi meningkatnya permintaan di pasar spot.
Untuk saat ini, pergerakan Bitcoin lebih menunjukkan fase konsolidasi setelah pasar menyerap tekanan makro dan regulasi. Arah selanjutnya akan bergantung pada kemampuan BTC mempertahankan level support serta perkembangan kebijakan moneter The Fed.


