Portalkripto.com — Toncoin (TON) menjadi pusat perhatian komunitas kripto setelah konsisten naik empat hari beruntun.
Laju bullish tersebut berawal dari penutupan kandil harian 10 November yang berhasil pullback setelah penurunan pada 9 November menyentuh ascending line dan hanya membentuk lower low (LL).
Sentimen positif didapatkan pada penutupan kandil harian 11 Desember. Pergerakan harga TON berhasil breakout resistance yang merupakan harga tertinggi pada penutupan kandil harian 26 Oktober.
Hal tersebut menjadi pemicu adanya kenaikan lebih tinggi saat ini. Harga TON naik 58,47% pada periode 11-14 Desember, dari level $1,830 hingga menyentuh level $2,900.
Naiknya harga TON didukung oleh volume perdagangan yang mumpuni. Penutupan volume perdagangan ditutup tinggi sejak 11 Desember, berada diatas 20-day moving average (MA).
Kandil harian TON pagi ini kembali ditutup hijau, naik sebesar 4,65%, ditutup pada level $2,451, dengan level tertinggi berada pada harga $2,900, dan level terendah berada pada harga $2,335.

TON/USDT daily chart OKX. Source: TradingView. By: Arli Fauzi
Laju bullish TON mengalami penolakan ketika menyentuh resistance pada level $2,863. Pergerakan harga TON kembali turun saat menyetuh titik tersebut, dan harus ditutup dibawah-nya.
Resistance pada level $2,502 menjadi tahanan terdekat untuk kembali bergerak naik. Apabila pergerakan harga TON berhasil breakout resistance terdekat-nya, maka ada harapan untuk kembali menyentuh resistance di level $2,863.
Harga tertinggi pada penutupan kandil harian 7 September di level $2,220 beralih fungsi sebagai titik support terdekat apabila harga TON mengalami koreksi.
Tekanan beli yang tinggi menjadi faktor utama bullish-nya harga TON. Hal tersebut terlihat dari relative strength index (RSI) yang berhasil naik tajam. Tetapi kondisi RSI tersebut menjadi sinyal hati-hati akan adanya koreksi harga karena sudah berada pada area overbrought.
Fundamental TON
Toncoin (TON) merupakan blockchain layer-1 yang dikembangkan pada tahun 2018 oleh Telegram. Proyek tersebut kemudian ditinggalkan dan diambil alih oleh TON Foundation yang berujung pergantian nama dari “Telegram Open Network” menjadi “The Open Network”.
Sejak tahun 2020, TON telah berkembang dibawah asuhan TON Foundation yang merupakan kelompok non-komersial dan komunitas peminat independen. Toncoin, sebelumnya dikenal sebagai Gram, merupakan mata uang kripto asli dari jaringan TON.
Toncoin menggunakan model konsensus proof-of-stake (PoS). Misi pengembang adalah membangun ekosistem lengkan dengan penyimpanan terdesentralisasi, layanan terdesentralisasi, sisten nama domain (setara DNS), jaringan anonim, platform pembayaran instan, dan pemrosesan transaksi yang terjangkau dan cepat.
Kelebihan TON adalah pemrosesan atau validasi yang cepat. Pada 2021, jaringan TON berhasil memproses 55.000 transaksi per detik (TPS), meskipun TPS saat ini sudah bisa mencapai ratusan ribut atau bahkan jutaan transaksi.
Platform blockchain ini awalnya didirikkan oleh dua bersaudara, Nikolai dan Pavel Durov, serta dikembangkan oleh tim Telegram, yang berencana meluncurkan token on-chain yang disebut Gram dan membangun platform untuk aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Gram mendapat perhatian dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) karena dianggap sebagai sekuritas, dan SEC melarang pelepassan token Gram.
Pada tahun 2020, CCEO Telegram, Pavel Durov, keluar dari proyek tersebut, dan pengembangannya diserahkkan kepada TON Foundation.
Telegram Berencana Bikin Wallet dan DEX Kripto
Pendiri Telegram, Pavel Durov, mengumumkan rencana untuk membuat wallet dan bursa terdesentralisasi (DEX) kripto. Rencana tersebut dipubilkasikan pada 30 November 2022 di channel Telegram Durov.
Telegram baru-baru ini menyelesaikan pengembangan Fragment, platform lelang terdesentralisasi. Platform ini diluncurkan pada Oktober di blockchain layer-1 The Open Network (TON), sebuah protokol yang dibuat secara independen.
Fragment, menurut Durov, telah berhasil mengumpulkan token native TON (Toncoin) senilai $50 juta dengan menjual username Telegram hanya dalam waktu sebulan.
Dia menambahkan bahwa langkah Telegram selanjutnya adalah membangun seperangkat alat terdesentralisasi, termasuk wallet dan DEX, yang akan menjangkau jutaan pengguna kripto.


