Bedah Token Lokal: BotX Token Sejuta Sensasi 

Portalkripto.com– Akhir-akhir ini pasar crypto di Indonesia mulai diramaikan dengan project-project yang dibuat oleh tangan-tangan lokal. Dengan gimmick token anak bangsa, project crypto lokal mulai meramaikan bursa crypto tanah air.

Eits, tapi jangan dulu bangga. Karena, tak semua project atau produk dengan embel-embel karya anak bangsa itu potensial. Apalagi sebagai produk investasi yang memerlukan kehati-hatian sebelum kalian membelinya. 

Pada artikel kali ini, redaksi Portalkripto.com akan membedah proyek kripto lokal bernama BotXCoin (BOTX). Kalian pasti pernah denger token yang satu ini. Yaiyalah, wong marketingnya gila-gilaan, ditambah si empunya proyek ini adalah influencer top tanah air: Indra Kesuma alias Indra Kenz. 

Dalam whitepapernya, developer BOTX memiliki misi untuk membangun infrastruktur blockchain sendiri. Selain itu, developer berambisi membuat platform copy trading. 

BotX saat ini dibangun di atas blockchain Ethereum. Berdasarkan data transaksi di Etherscan, smart contract BotX ternyata sudah dibuat sejak tahun 2018. Total supply pertama yang dicetak saat itu berjumlah 27 juta token. 

Namun, di tengah perjalanan, BOTX kembali mencetak supply mereka. Saat ini total supply BOTX berjumlah 5 milyar token. 

Alamat Holders Developer Tidak Dikunci

Saat peluncurannya di bulan Juli 2021, BOTX langsung mendapat beragam respon. Mulai dari yang positif hingga negatif. 

Salah seorang influencer kripto di Tiktok Coinfolks, mengkritisi ihwal alamat holder yang diduga dimiliki oleh developer yang tidak dikunci. Coinfolks mengatakan, dengan menunjukan alamat holders pada etherscan Botx, bahwa terdapat pemegang mayoritas sebanyak 30% dari total supply yang tidak dikunci. 

Menurutnya, cara ini sangat berbahaya. Karena, apabila alamat pemegang terbanyak token tidak dikunci, sangat rentan dianggap proyek ini adalah scam. Karena, dengan hal tersebut developer bisa dengan seenaknya melikuidasi supply tersebut. 

Akibatnya, harga akan hancur. Dan investor yang telah menanamkan dananya di proyek ini akan mengalami kerugian. 

“Dengan tidak melock dalam kontrak alamat developernya itu bisa sangat berbahaya,” ujar Coinfloks, pada akun Tiktoknya bulan Juli lalu. 

Hingga saat ini alamat holders developer yang memegang 30% total supply BOTX masih belum dikunci. Alamat holders tersebut ialah 0xfb73079c5fa522131f9bc8be274c9e06907cda97. alamat ini memegang lebih dari 1,5 juta token dari total supply. 

Selain alamat tersebut, terdapat dua alamat yang memegang banyak total supply BOTX yang juga tidak dikunci. Masing-masing memegang 17% dan 15% dari total supply. 

Pergerakan Harga

BOTX saat ini telah listing di sejumlah central exchanges. Salah satunya di Indodax. Berdasarkan data charting di Indodax, BOTX pernah menginjak harga tertingginya di harga Rp 30.835, pada tanggal 26 Juli 2021, atau beberapa hari sejak token ini melantai di Indodax. 

Namun, pergerakan harga BOTX sejak menembus harga tertingginya terus turun. Pada perdagangan hari ini, Selasa, 7 September 2021, harga BOTX berada di kisaran Rp 25 ribu. Berdasarkan tren chart pada time frame 1 hari, pergerakannya cenderung sideways dan terlihat tanda-tanda bearish. 

Berdasarkan data Coinmarketcap, total volume perdagangan BOTX dalam 24 jam terakhir hanya sebesar $469,388. Jika dibandingkan dengan sesama token lokal, sebagai contoh TKO saat ini menguasai volume perdagangan sebanyak $72,655,743. 

Berdasarkan kapitalisasi pasar ini, BOTX menempati rangking 3169 coinmarketcap. 

Roadmap

Di tahun ini, BOTX menjanjikan akan meluncurkan platform copytrading. Namun, sampai bulan September ini, proyek tersebut belum terlihat akan terealisasi. Namun, dalam postingan di akun Twitter official mereka, di bulan September ini mereka akan memberikan kejutan. 

Penting untuk jadi pegangan setiap trader atau investor, jangan terlena dengan gimmick token anak bangsa. Belum tentu gimmick yang mewah bergaris lurus dengan kualitas project. Yuk, kritis sebelum membeli aset kripto..

PENULIS: IQBAL LAZUARDI/PORTALKRIPTO.COM