Binance Akui Salah Campurkan Dana Pelanggan dengan Kolateral B-Token

Share :

Portalkripto.com — Exchange kripto Binance dilaporkan telah mencampur dana pelanggan dengan dana kolateral/jaminan untuk B-Token di satu wallet yang sama. B-token adalah token yang dikeluarkan Binance dan memiliki nilai/pegged 1:1 dengan aset lain seperti Bitcoin (BTC), Ether (ETH), USD Coin (USDC), dan Tether (USDT).

B-Token memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan kripto-kripto besar itu di blockchain asli Binance, BNB Chain.

Pada Senin, 23 Januari 2023 lalu, Binance diketahui telah mengungkap proof of colateral untuk 94 B-Token yang dirilis exchange tersebut. Di dalamnya, Binance memastikan seluruh B-Token memiliki aset lindung dengan rasio 1:1.

Namun, sehari setelahnya, Bloomberg melaporkan adanya kejanggalan dalam wallet ‘Binance 8’, yang menyimpan hampir 50% dari seluruh kolateral B-Token Binance. Menurut data Etherscan, alamat wallet itu memiliki jumlah cadangan token yang jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk menjamin B-Token yang telah dikeluarkan Binance.

Saldo dalam wallet Binance 8 milik Binance. (sumber: Etherscan)

Media AS itu menduga Binance telah mencampur dana kolateral B-Token dengan dana pelanggannya. Ada total $1,3 miliar dana pelanggan yang disimpan dalam wallet ‘Binance 8’.

Hal ini kemudian diakui oleh exchange terbesar di dunia itu sebagai sebuah kesalahan teknis. Binance menyatakan akan segera memindahkan kolateral B-Token ke wallet terpisah.

“Binance menyadari kesalahan ini dan sedang melakukan proses transfer aset-aset itu ke wallet khusus kolateral,” ujar seorang juru bicara Binance.

Menurut penjelasannya, ‘Binance 8’ adalah cold wallet milik Binance. Dan karena adanya kesalahan, dana kolateral B-Token tak sengaja masuk ke dalam wallet tersebut.

Bertentangan dengan Prinsip Binance

Kesalahan semacam ini sebenarnya bertentangan dengan pedoman manajemen wallet yang dikeluarkan oleh Binance sendiri. Menurut laman proof-of-reserve di situs resminya, Binance menyatakan kepemilikan aset perusahaan disimpan dalam wallet terpisah dan tidak menjadi bagian dari perhitungan proof-of-reserve.

“Saat pengguna menyetor satu Bitcoin, cadangan Binance juga meningkat satu Bitcoin untuk memastikan dana klien terjamin sepenuhnya. Penting untuk dicatat bahwa ini tidak termasuk kepemilikan (aset) perusahaan Binance, yang disimpan dalam ledger yang terpisah,” katanya.

Binance meluncurkan proof-of-reserve pada akhir November 2022 untuk menarik kepercayaan publik setelah exchange rivalnya, FTX, bangkrut. Pada awal Desember, exchange yang didirikan Changpeng Zhao (CZ) tersebut mengumumkan kerja sama dengan perusahaan akunting Mazars untuk mengaudit proof-of-reserve nya.

Namun, setelah menyatakan Bitcoin di Binance terjamin 100%, Mazars memutuskan kerja sama dengan Binance dan bahkan menghapus hasil audit proof-of-reserve Binance dari situsnya.

Kecerobohan Binance dalam mencampur-campur aset ini merupakan masalah terbaru yang dialami perusahaan tersebut. Belum lama ini Binance juga terjerat kasus dugaan pencucian uang yang dilakukan oleh exchange Rusia, Bitzlato.

Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) mengatakan Binance masuk ke dalam tiga besar penerima duit haram Bitzlato yang menerima aliran dana (inflow) dalam bentuk Bitcoin (BTC). Dana yang masuk ke Binance dari Bitzlato dilaporkan mencapai $350 juta.