Binance Kuasai 92% Perdagangan Spot Bitcoin, Baik atau Buruk untuk Pasar?

Share :

Portalkripto.comExchange kripto terbesar di dunia, Binance, dilaporkan menguasai 92% volume perdagangan spot Bitcoin per akhir 2022. Volume perdagangan spot Bitcoin adalah indikator yang mengukur jumlah total Bitcoin yang ditransaksikan di fitur spot market dalam exchange.

Menurut laporan Arcane Research yang dirilis 3 Januari 2023, market share Binance pada awal 2022 hanya 45%. Penghapusan trading fee pada 7 Juni dan kebangkrutan FTX pada 11 November diduga membuat pengguna Binance terus bertambah dan menguatkan dominasi exchange milik Changpeng Zhao (CZ) itu.

“Tidak ada ‘pemenang’ lain di 2022 ini selain Binance, jika membicarakan struktur dan dominasi pasar kripto. Bukan hanya soal aktivitas perdagangan, Binance adalah pasar kripto itu sendiri,” ujar Arcane Research.

Dominasi Binance di pasar spot dan derivatif. (sumber: Arcane Research).

Sepanjang 2022, Binance juga melakukan berbagai akuisisi global. Exchange itu melebarkan sayap ke Asia dengan membeli saham Sakura Exchange BitCoin di Jepang dan TokoCrypto di Indonesia.

Binance juga menjadi satu-satunya exchange yang terus menambah jumlah karyawannya. Exchange global lain seperti Kraken dan Coinbase harus menyerah pada crypto winter dengan memangkas pegawai dalam jumlah besar.

Apa Dampaknya untuk Pasar?

Meski Binance sudah menjadi exchange kripto terbesar berdasarkan volume perdagangan selama bertahun-tahun, market share sebesar 92% bukan lagi dianggap sebagai dominasi, melainkan monopoli pasar.

Laporan CryptoCompare menunjukkan, market share keseluruhan Binance hingga akhir tahun 2022 mencapai 66,7%. Sementara Coinbase yang ada di bawahnya hanya mencatatkan market share sebesar 8,2%.

Analis senior di Oanda, Edward Moya, mengatakan, dominasi Binance yang cukup besar ini sebenarnya tidak sehat bagi pasar. Menurutnya, jika Binance kolaps, industri kripto bisa masuk dalam jurang kegelapan dan membutuhkan waktu lama untuk bangkit.

“Binance terlalu besar. Tidak sehat jika volume perdagangan yang besar terkonsentrasi hanya pada satu exchange,” ujarnya, dikutip CoinDesk.

Setelah FTX bangkrut, Binance beberapa kali mendapatkan guncangan meski dapat kembali stabil. Binance mengalami penarikan Bitcoin besar-besaran dua kali di akhir 2022, yakni saat FTX mengajukan kebangkrutan 11 November dan saat Sam Bankman-Fried ditahan pada 13 Desember.

Binance juga harus menghadapi penyelidikan kasus pelanggaran anti-pencucian uang yang dibuka kembali oleh Departemen Kehakiman AS. Terakhir, exchange itu ditinggal oleh Mazars Group, yang mengaudit proof-of-reserve nya.

Akankah Binance terus mendominasi di 2023? Dalam laporannya pada 30 Desember, Arcane Research memperkirakan Binance akan kembali memungut trading fee Bitcoin pada tahun ini. Jika perkiraan itu benar, bukan tidak mungkin dominasi exchange CZ ini akan berkurang.