Binance Susul Exchange Lain Tangguhkan Deposit USDT dan USDC Jaringan Solana

Share :

Portalkripto.com — Sejumlah exchange kripto terkenal ramai-ramai menangguhkan deposit USD Coin (USDC) dan tether (USDT) pada blockchain Solana. Kondisi ini membuat Solana semakin terpuruk di jurang kenisbian.

Teranyar, Binance yang merupakan exchange dengan volume trading terbesar mengumumkan akan menangguhkan deposit USDC dan USDC di jaringan Solana. Pengumuman pada 17 November 2022 itu menyatakan bahwa deposit USDT dan USDC berbasis Solana telah “ditangguhkan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut”.

Walau deposit USDC dan USDT jaringan Solana ditangguhkan, Binance tetap menyediakan deposit stablecoin USDT dan USDC di Binance lewat blockchain lain. Binance tak memberikan informasi lebih lanjut tentang kebijakannya tersebut.

Pernyataan dari Binance ini keluar setelah kompetitornya, OKX mengumumkan akan menghapus USDC dan USDT di Solana pada 17 November. OKX juga menghentikan fasilitas setoran atau penarikan USDC dan USDT di Solana.

Sebelumnya, exchange Bybit menghapus pasangan token leverage SOL3L/USDT dan SOL3S/USDT, dan mengonversi token leverage menjadi USDT “sebagai tindakan pencegahan”.

Dua exchange lainnya, MEXC dan BitMex ikut menyusul membekukan penarikan stablecoin di Solana. MEXC membekukan sementara deposit dan penarikan USDC dan USDT, sedangkan BitMex membekukan sementara deposit USDT.

USDT dan USDC adalah kripto terbesar ketiga dan keempat berdasarkan kapitalisasi pasar. Pada September 2020, Tether USDT menjadi stablecoin pertama yang diluncurkan di Solana pada September 2020. Sedangkan USDC yang semula berada di jaringan Circle dipindahkan ke Solana sebulan kemudian.

Solana Semakin Terpuruk

Penangguhan deposit USDT dan USDC jaringan Solana di Binance dan sejumlah exchange lainnya telah membuat Solana semakin terpuruk. Data CoinMarketCap menunjukkan harga koin SOL anjlok 3,5% dalam 24 jam terakhir. Posisi koin SOL juga lengser ke tangga ke-14 kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Pergerakan Solana dalam 24 jam terakhir. (CoinMarketCap).

Kabar ini memperparah guncangan yang dialami Solana sebagai akibat keruntuhan FTX. CoinMarketCap mencatat Solana telah kehilangan harganya 20℅ selama sepekan terakhir. Solana merupakan entitas yang terkena dampak paling parah akibat keruntuhan FTX.

Parahnya dampak yang dialami Solana akibat krisis FTX ini turut dipengaruhi relasi historis antara FTX dan Solana. Mantan bos FTX, Sam Bankman-Fried (SBF) adalah salah satu investor awal Solana melalui Alameda Research.

Solana juga diketahui memiliki aset yang tertahan di bursa FTX. Pada 10 November, Solana Foundation mengklarifikasi bahwa mereka memiliki $1 juta dalam bentuk tunai atau setara tunai di exchange yang sekarang sudah tidak lagi beroperasi tersebut.

Pada 14 November, Solana Foundation menulis bahwa aset yang tersangkut di akun FTX mereka adalah sekitar 3,24 juta lembar saham biasa FTX Trading LTD, 3,43 juta token FTT, dan 134,54 juta token SRM.

Total value locked (TVL) di jaringan Solana juga anjlok parah. Berdasarkan data DefilLama, TVL di jaringan ini telah anjlok hingga $659 juta atau sekitar Rp10 triliun sejak 2 November. Kini TVL Solana berada di angka $329,06 juta. Padahal aplikasi decentralized finance (DeFi) Solana telah berhasil menyentuh TVL hingga $10 miliar pada November tahun lalu.

Di luar itu, ada kekhawatiran bahwa Solana ‘punya peran’ lebih jauh dalam saga keruntuhan FTX. Sehari setelah pengajuan kepailitan pada 11 November, dilaporkan FTX mengalami peretasan senilai $477 juta.

Diduga privat key decentralized exchange (DEX) Serum yang didasarkan pada jaringan Solana disusupi dalam sebuah operasi peretasan yang melibatkan orang dalam FTX atau Alameda.