Bitcoin kembali tertekan hebat. Pada Kamis (5/11/2026) waktu Amerika Serikat, Bitcoin (BTC) jatuh di bawah US$76.000 ke level terendah dalam tujuh pekan, menghapus seluruh reli pasca-pemilu sela yang baru sehari sebelumnya sempat membawa harga menembus US$80.500.
Hingga Jumat pagi WIB (6/11), Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$75.060, turun lebih dari 5,7% dalam 24 jam terakhir menurut data CoinGecko.

BACA JUGA: Bitcoin Rebound di Atas US$80.500 Pasca Pemilu Sela AS, Nasib RUU CLARITY Diragukan
Reli Pasca-Pemilu Hanya Bertahan Satu Sesi
Pasar sempat merayakan kemenangan Partai Demokrat pada pemilu sela AS dengan reli saham dan kripto pada Rabu. Namun perayaan itu berumur pendek. Pada Kamis, bursa saham Amerika Serikat anjlok: Nasdaq turun 5,52% hingga masuk wilayah koreksi — lebih dari 10% di bawah rekor 6 Oktober — sementara S&P 500 kehilangan 4,36% dan Dow Jones turun 3,44%.
Pemicunya adalah kekhawatiran investor terhadap pengetatan regulasi kecerdasan buatan (AI) setelah Demokrat memenangkan Kongres, ditambah rotasi keluar dari saham-saham teknologi. Saham Nvidia anjlok 9,26%, AMD merosot 17,26%, dan Micron jatuh 17,46%.
Bitcoin bergerak seiring saham teknologi. Ethereum (ETH) turun lebih dalam, 7,9% ke US$2.237, dan Solana (SOL) melemah 6,5% ke US$89,92. Total kapitalisasi pasar kripto turun sekitar 7,8% menjadi US$2,57 triliun.
Likuidasi Mendekati US$850 Juta
Penurunan yang tajam memicu gelombang likuidasi di pasar derivatif. Data CoinGlass yang dikutip Cointelegraph menunjukkan hampir US$500 juta posisi terlikuidasi dalam satu jam pertama sesi perdagangan AS, dengan total 24 jam mendekati US$850 juta — sebagian besar posisi long. Laporan lain memperkirakan total likuidasi 24 jam menembus US$1 miliar.
Artinya, kejatuhan ini lebih banyak didorong oleh leverage yang tersapu ketimbang aksi jual investor jangka panjang. Namun tekanan itu nyata: Bitcoin kini mendekati dasar kisaran perdagangan satu bulan terakhir dan berisiko kehilangan support rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 50-minggu di US$75.733.
Trader Rekt Capital mengingatkan pola yang mirip dengan Mei lalu, ketika periode harga mendatar di sekitar US$80.000 kemudian berujung pada penurunan dan titik terendah makro baru di US$57.000 pada akhir Juni.
Expiry Opsi US$2,65 Miliar Hari Ini
Hari ini, Jumat 6 November, pasar menghadapi momen penting lainnya: opsi Bitcoin senilai sekitar US$2,65 miliar akan kedaluwarsa di bursa Deribit pada pukul 08:00 UTC (15:00 WIB). Sebanyak 33.135 BTC akan kedaluwarsa, dengan 24.912 kontrak call berbanding hanya 8.223 kontrak put — rasio put-call 0,33.
Level max pain — harga di mana kontrak opsi terbanyak kedaluwarsa tanpa nilai — berada di US$79.000. Dengan Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$76.000, mencapai level itu membutuhkan kenaikan yang cukup besar. Secara teknikal, RSI 14 hari berada di 38,95, belum oversold tetapi sudah mendekatinya, dengan resistance terdekat di sekitar US$76.371.
Sebagai konteks jangka panjang, Bitcoin saat ini diperdagangkan hampir 40% di bawah harga tertinggi sepanjang masanya di US$126.080.
BACA JUGA: Bitcoin Tertekan di Tengah Ketidakpastian The Fed, Berikut Analisa Pergerakan Harganya
Ada Sinyal yang Lebih Tenang: ETF Sempat Inflow, Prancis Batalkan Pajak Kripto
Di tengah kejatuhan, ada dua kabar yang relatif menenangkan. ETF spot Bitcoin di AS mencatat inflow bersih sekitar US$75 juta pada 4 November — mematahkan tiga hari penarikan dana beruntun — didorong inflow Fidelity FBTC yang mengalahkan outflow BlackRock IBIT.
Dari Eropa, Majelis Nasional Prancis menolak bagian pendapatan dari RUU anggaran 2027 dengan suara 458–0, sehingga usulan pajak stablecoin dan aturan pelaporan self-custody batal masuk ke rancangan yang dikirim ke Senat. Usulan itu masih bisa diajukan kembali di Senat, tetapi untuk saat ini tekanan pajak tersebut tertunda.
Di sisi lain, anggota Kongres Demokrat mengancam gelombang investigasi terhadap eksekutif Big Tech dan lingkaran bisnis kripto Presiden Donald Trump saat Kongres baru mulai bekerja pada Januari mendatang — salah satu faktor ketidakpastian yang membayangi pasar.
Yang Perlu Diperhatikan Hari Ini
Tiga hal akan menentukan arah Bitcoin dalam waktu dekat. Pertama, apakah level SMA 50-minggu di US$75.733 dan zona US$73.000–76.000 — yang juga disorot laporan on-chain Glassnode pekan ini — mampu bertahan. Kedua, hasil expiry opsi US$2,65 miliar pada pukul 15:00 WIB: dorongan menuju max pain US$79.000 atau justru tekanan jual lanjutan. Ketiga, data tenaga kerja AS (payrolls) yang akan dirilis malam ini dan dapat mengubah ekspektasi suku bunga The Fed.
Sampai ketiga hal itu terjawab, pasar masih berada dalam mode waspada — reli satu hari belum cukup untuk memastikan pembalikan arah.
FAQ
Mengapa Bitcoin jatuh di bawah US$76.000?
Bitcoin jatuh mengikuti anjloknya saham teknologi AS setelah pemilu sela: Nasdaq turun 5,52% karena kekhawatiran pengetatan regulasi AI dan rotasi keluar dari saham teknologi. Likuidasi posisi berleverage senilai hampir US$850 juta dalam 24 jam memperdalam penurunan.
Apa itu expiry opsi Bitcoin US$2,65 miliar?
Pada Jumat 6 November pukul 15:00 WIB, opsi Bitcoin senilai sekitar US$2,65 miliar kedaluwarsa di Deribit. Level max pain berada di US$79.000, sementara rasio put-call hanya 0,33 — artinya kontrak call jauh lebih banyak daripada put.
Level berapa yang harus diperhatikan trader?
Support terdekat adalah SMA 50-minggu di US$75.733 dan zona US$73.000–76.000. Resistance terdekat di sekitar US$76.371, dengan max pain opsi di US$79.000. RSI 14 hari di 38,95 menunjukkan pasar mendekati wilayah oversold tetapi belum sampai ke sana.
Disclaimer: Artikel ini merupakan analisa berita dan data pasar, bukan nasihat investasi. Seluruh data disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.


