Bitcoin Bertahan di Support Kunci: Level US$73.000–76.000 akan Menentukan Arah

Share :

Bitcoin kembali diuji. Setelah terkoreksi sekitar 10% dari harga tertinggi September, harga kini menguji ulang level-level yang baru direbut kembali pada Agustus lalu. Laporan terbaru Glassnode, “The Week Onchain” Week 44 2026 bertajuk “Idling at Support”, menilai koreksi ini lebih menyerupai reset yang sehat ketimbang awal tren turun — tetapi ada satu zona yang tidak boleh jebol: US$73.000–76.000.

Pada Jumat pagi, 6 November 2026, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$76.200, turun lebih dari 5% dalam 24 jam terakhir menurut data CoinGecko — tepat di tepi atas zona penentu yang disorot Glassnode. Artinya, pertarungan di level support kunci itu sedang berlangsung saat ini.

BACA JUGA: Bitcoin Tertekan di Tengah Ketidakpastian The Fed, Berikut Analisa Pergerakan Harganya

Holder Jangka Pendek Kini Mayoritas Merugi

Perubahan paling mencolok terjadi pada pemegang Bitcoin jangka pendek (short-term holder/STH), yaitu investor yang membeli dalam 155 hari terakhir. Pada awal Oktober, 97,5% atau lebih dari suplai yang dipegang kelompok ini masih berada dalam posisi untung — zona yang oleh Glassnode disebut “sell line”, tempat hampir semua pembeli baru punya keuntungan untuk direalisasikan.

Kini, setelah koreksi sekitar 10% dari harga tertinggi September, porsi tersebut jatuh ke sekitar 38%. Mayoritas holder jangka pendek kini memegang Bitcoin pada posisi rugi. Di satu sisi ini kabar buruk bagi pembeli baru; di sisi lain, pasar menjadi jauh lebih tidak “tegang” dibanding sebulan lalu, karena tekanan jual dari aksi ambil untung sudah banyak berkurang.

Glassnode mencatat, jika porsi ini kembali naik di atas 50% sementara harga bertahan, itu akan menjadi sinyal bahwa pembeli baru kembali untung dan kepercayaan pasar mulai pulih.

Menguji Ulang Breakout Agustus

Antara Agustus dan September, Bitcoin berhasil merebut kembali sejumlah level penting yang hilang setelah harga tertinggi sepanjang masa 2025, di antaranya rata-rata pergerakan 200 hari (MA 200), Short-Term Holder Cost Basis, dan True Market Mean.

Saat ini, dua level kunci tersebut berada tepat di bawah atau di sekitar harga:

  • True Market Mean — US$77.700: rata-rata harga beli investor aktif. Pada 3 November, Bitcoin ditutup sedikit di bawah level ini, sempat turun ke US$76.100 pada malam hari, lalu kembali naik.
  • Short-Term Holder Cost Basis — US$75.700: rata-rata harga beli investor jangka pendek. Rata-rata 50 minggu berada tepat di bawahnya.

Pengujian ulang seperti ini normal setelah sebuah breakout: level yang butuh waktu berbulan-bulan untuk direbut kembali kini diuji dari atas. Selama Bitcoin bertahan di atas level-level tersebut, struktur kenaikan yang dibangun sejak Agustus tetap utuh.

Short Menumpuk di Atas, Klaster Terbesar di US$87.000

Peta likuidasi Glassnode menunjukkan koreksi dari harga tertinggi September telah membersihkan sebagian besar posisi long berleverage yang menumpuk sejak Agustus. Artinya, risiko kejatuhan beruntun akibat likuidasi paksa kini lebih kecil.

Di bawah harga saat ini, tersisa dua kantong likuidasi long: band US$73.000–76.000 — yang sejajar dengan STH Cost Basis dan MA 200 hari — serta blok besar di US$60.000–63.000, sisa dari breakout Agustus.

Yang menarik, di atas harga justru terjadi penumpukan posisi short. Meski harga turun sekitar 3,5% dalam seminggu terakhir, level likuidasi short terus bertambah — tanda para trader menambah posisi jual saat harga melemah. Klaster short terbesar berada dekat US$87.000, tidak jauh dari harga tertinggi September. Jika harga berbalik naik, para short seller ini harus membeli kembali Bitcoin untuk menutup posisinya, dan itu bisa menjadi bahan bakar tambahan bagi pergerakan menuju level tersebut.

Pasar Opsi Condong ke Upside hingga Akhir Tahun

Pasar opsi juga memberi gambaran yang cenderung optimistis. Dua tanggal kedaluwarsa terbesar berikutnya, 27 November dan 25 Desember, masing-masing memegang open interest US$5,7 miliar dan US$12,5 miliar. Level max pain keduanya berada di US$80.000 dan US$76.000 — mengapit harga saat ini, sehingga pasar opsi tidak memberi tarikan yang jelas ke satu arah dalam jangka pendek.

Namun secara keseluruhan, posisi call jauh lebih besar daripada put: sekitar US$18 miliar call berbanding US$13 miliar put. Posisi call Desember terbesar berada di US$80.000, US$90.000, US$100.000, dan US$120.000, sementara put terbesar berada di US$60.000 ke bawah sebagai proteksi terhadap kejatuhan dalam.

Perlu dicatat, open interest tidak menunjukkan siapa pembeli dan siapa penjual. Sebagian posisi call kemungkinan dijual oleh pemegang Bitcoin untuk memperoleh premi, sehingga tidak semua call merupakan taruhan bahwa harga akan naik.

Volume Spot Bertahan, tetapi ETF Masih Kehilangan Dana

Volume perdagangan spot memberi sinyal yang menenangkan. Rata-rata volume 7 hari masih berada di sekitar 1,5 kali level sebelum reli Agustus (pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus), dan bertahan di atas level itu sepanjang koreksi. Minat yang masuk bersama pergerakan Agustus tampaknya belum pergi — meski volume masih terbilang rendah untuk standar era ETF.

Sebaliknya, ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat masih kehilangan dana. Dalam dua minggu terakhir, dana keluar bersih dari ETF mencapai hampir US$1 miliar, termasuk US$640 juta pada 2 November saja. Volume perdagangan ETF pun berjalan di sekitar US$1,3 miliar per hari sejak Mei, kira-kira sepertiga dari laju pada bulan-bulan sebelumnya.

Glassnode membaca kondisi ini sebagai pasar yang digerakkan oleh modal yang sudah berada di dalam kripto, berpindah antar aset dan venue, dengan sedikit uang baru dari investor tradisional. Namun, aliran ETF cenderung mengikuti harga, bukan memimpinnya — sehingga absennya aliran masuk bukan peringatan keras untuk pergerakan berikutnya.

Bitcoin Tahan Banting Lawan Saham dan Emas

Dalam dua bulan terakhir, Bitcoin turun sekitar 2% — hampir sejajar dengan S&P 500 yang turun kurang dari 1%, sedikit lebih baik dari saham Eropa, dan jauh lebih baik dari emas yang kehilangan sekitar 9%.

Dalam 90 sesi perdagangan terakhir, Bitcoin mengalahkan S&P 500 pada setengah sesi tersebut, dengan rata-rata kenaikan per sesi kini sedikit lebih tinggi. Win rate 50% ini adalah pertama kalinya di atas 50% sejak Maret 2025. Jika angka ini bertahan di atas 50%, Bitcoin kembali menunjukkan kekuatan relatif terhadap ekuitas.

Peretasan Binance US$6,3 Miliar Hanya Goyang BTC Sekitar 3%

Pada 29 Oktober, Binance melaporkan peretasan yang menyasar aset senilai US$6,3 miliar menurut perhitungan mereka sendiri. Jumlah itu menjadikannya peretasan terbesar dalam sejarah kripto — lebih besar dari sembilan peretasan berikutnya jika digabungkan.

Namun Bitcoin hanya turun sekitar 3% pada hari-hari setelahnya, dan kini sudah kembali ke dekat harga saat aliran dana keluar itu dimulai. Reaksi yang tenang terhadap kabar seburuk itu, menurut Glassnode, adalah tanda kekuatan pasar. Meski demikian, hal itu tidak mengubah fakta bahwa permintaan baru dari luar kripto masih belum terlihat dalam data ETF.

BACA JUGA: Korea Utara Bantah Terlibat Peretasan Binance US$6,3 Miliar

Pemilu Sela AS: Penurunan Terbesar Terjadi Sebelum Pemungutan Suara

Pada pemilu sela Amerika Serikat 3 November, Partai Demokrat memenangi DPR dan Senat — hasil yang lebih kuat dari perkiraan. Sejarah memberi catatan menarik: setelah tiga pemilu sela sebelumnya, Bitcoin selalu turun sekali lagi, antara 15% hingga 50% dalam 2 hingga 10 minggu setelah pemungutan suara, sebelum mencapai titik terendah siklusnya.

Kali ini, polanya berbeda. Sebagian besar penurunan terjadi sebelum pemungutan suara: Bitcoin turun sekitar 11% dari harga tertinggi September hingga hari pemilu, dan naik sekitar 1,5% sejak itu.

Glassnode menilai Bitcoin kini jauh lebih tertanam dalam sistem keuangan tradisional — dengan bank, manajer aset, dan ETF yang sudah berinvestasi — sehingga perubahan di Washington menjadi ancaman yang lebih kecil dibanding siklus-siklus sebelumnya. Selain itu, sampel tiga pemilu adalah sampel yang kecil, sehingga pola historis ini perlu dibaca dengan hati-hati.

Altcoin Ikut “Bersih”: Holder Jangka Pendek Kini Jual Rugi

Koreksi terasa lebih dalam di pasar altcoin. Indikator STH-SOPR, yang mengukur apakah holder jangka pendek menjual dengan untung (di atas 1) atau rugi (di bawah 1), menunjukkan perubahan tajam: pada akhir September, holder jangka pendek menjual dengan untung pada sekitar 80% dari lebih dari 300 token yang dilacak Glassnode. Pada akhir Oktober, angka itu jatuh ke sekitar 12%, dan holder jangka pendek pada token tipikal kini menjual dengan kerugian kecil.

Ambil untung setelah reli kuat telah berubah menjadi realisasi kerugian. Jika Bitcoin berhasil bertahan pada pengujian support ini, pasar altcoin yang sudah “dibersihkan” dari para pengambil untung menjadi titik awal yang lebih baik dibanding pasar September yang ramai.

Level yang Menentukan: US$73.000–76.000

Kesimpulan Glassnode cukup jelas. Bitcoin telah mengikis kelebihan pasar dari September: holder jangka pendek yang semula hampir semuanya untung kini mayoritas merugi, holder altcoin menjual pada posisi rugi, dan harga sedang menguji ulang breakout Agustus. Volume bertahan dan peretasan terbesar dalam sejarah nyaris tidak menggerakkan harga, tetapi uang baru dari luar kripto masih belum datang.

Level yang harus diperhatikan adalah band US$73.000–76.000, tempat STH Cost Basis, rata-rata 200 hari, dan klaster likuidasi long bertemu. Jika zona ini bertahan, pengujian ulang ini menandai reset yang sehat dalam tren naik Agustus. Sebaliknya, penembusan berkelanjutan di bawah US$73.000 akan mengarah pada konsolidasi yang lebih panjang.

Di sisi atas, klaster short di US$87.000 dan posisi opsi yang condong ke upside hingga akhir tahun memberi gambaran bahwa, selama support bertahan, risiko dan peluang kini lebih seimbang dibanding saat harga berada di puncaknya pada September.

FAQ

Apa itu True Market Mean dan STH Cost Basis?

True Market Mean (US$77.700) adalah rata-rata harga beli investor Bitcoin yang aktif di pasar, sedangkan STH Cost Basis (US$75.700) adalah rata-rata harga beli investor yang membeli dalam 155 hari terakhir. Keduanya berfungsi sebagai level support kunci saat harga menguji ulang breakout Agustus.

Mengapa zona US$73.000–76.000 begitu penting bagi Bitcoin?

Di zona inilah tiga hal bertemu: STH Cost Basis, rata-rata pergerakan 200 hari, dan klaster likuidasi posisi long. Bertahan di atas zona ini berarti struktur tren naik Agustus tetap utuh; tembus ke bawah secara berkelanjutan menandakan konsolidasi yang lebih panjang.

Apakah koreksi 10% dari harga tertinggi September berarti pasar bearish?

Menurut Glassnode, belum tentu. Koreksi ini justru membuat pasar lebih sehat: porsi holder jangka pendek yang untung turun dari di atas 97,5% menjadi sekitar 38%, tekanan ambil untung berkurang, dan leverage long yang berlebihan sudah dibersihkan. Selama support kunci bertahan, koreksi ini lebih menyerupai reset dalam tren naik.

Bagaimana prospek Bitcoin hingga akhir tahun menurut pasar opsi?

Pasar opsi condong ke upside: total call sekitar US$18 miliar berbanding put US$13 miliar, dengan posisi call Desember terbesar di US$80.000, US$90.000, US$100.000, dan US$120.000. Namun sebagian call kemungkinan dijual oleh pemegang Bitcoin untuk memperoleh premi, jadi posisi ini bukan taruhan naik yang mutlak.

Disclaimer: Artikel ini merupakan analisa data on-chain dan bukan nasihat investasi. Seluruh data disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Sumber: Glassnode, The Week Onchain Week 44 2026 — “Idling at Support”. Data per 4 November 2026, 11:00 UTC; aliran ETF sampai 2 November 2026. Harga terkini per 6 November pagi WIB: CoinGecko.