Bitcoin Dominance Naik di Tengah “Kehancuran” Altcoin

Portalkripto.com– Harga Bitcoin terus mengalami pelemahan pada perdagangan, Selasa 22 Juni 2021. Bitcoin turun 21,32% dalam 7 hari terakhir. Saat ini Bitcoin diperdagangkan di harga US$ 31 ribu atau setara dengan Rp 455 juta.

Namun, di samping itu, dominasi Bitcoin mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam 7 hari terakhir. Saat ini dominasi BTC berada di level 46,96%, berdasarkan data Coinmarketcap.

Dominasi Bitcoin adalah sebuah ukuran berapa banyak dari total kapitalisasi pasar kripto yang masuk ke Bitcoin. Selama ini BTC menjadi raja pasar crypto karena sejak beberapa tahun yang lalu, dominasi BTC tak pernah kurang dari 50%.

Pengukuran dominasi ini merepresentasikan trend dari BTC dan alts coin. Hal ini bisa menjadi ukuran ke mana larinya trader. Apabila dominasi BTC menurun artinya konsentrasi pasar telah menyebar ke sejumlah koin di luar BTC. Sebaliknya, apabila dominasi BTC, pasar masih percaya untuk memegang Bitcoin.

Peningkatan dominasi BTC saat ini salah satunya disebabkan oleh terperosoknya altscoin. Sejumlah altcoin dengan kapitalisasi pasar terbesar anjlok sebanyak dua digit.

Ethereum (ETH), Binance (BNB), dan Dogecoin (DOGE), mengalami pekan yang buruk. Ketiga koin favorit tersebut masing-masing turun lebih dri 30% dalam sepekan terakhir. 

LIHAT JUGA: Bitcoin dan BNB Koreksi Lagi, Berikut Teknikal Analisa Jika Ingin “Buy The Dip” 

DOGE menjadi koin 10 besar Coinmarketcap yang mengalami penurunan yang cukup tajam. Coin meme ini turun 42% dalam tujuh hari terakhir. Apabila dilihat dari time frame 30 Dogecoin mengalami kerugian hampir 75%. 

“Kehancuran” pasar kripto di dua bulan terakhir ini dikarenakan kondisi pasar yang masih dilanda ketakutan. Fear meter yang dibuat oleh sejumlah platform menunjukan tingkat ketakutan trader untuk masuk di pasar crypto cukup tinggi.

Selain itu, berdasarkan analisa CoinShares dalam laporan mingguannya menyebutkan, tingkat ketakutan pasar saat ini dipengaruhi oleh total arus keluar dari investasi kripto yang dilakukan oleh investor institusional. CoinShares mengungkapkan bahwa terdapat US$ 79 juta investasi yang keluar dalam periode ini. 

Dalam laporan tersebut, Bitcoin menyumbang sebagian besar arus keluar yang tercatat minggu lalu sebesar $89 juta, dengan total arus keluar BTC sekarang lebih dari $487 juta sejak awal tahun.  Menurut CoinShares, angka ini berjumlah sekitar 1,6% dari total aset yang dikelola dari dana yang ditangkap dalam analisis.

Sedangkan ETH, arus keluar yang tercatat hanya sekitar 0,14% dari total asset under management (AUM) atau sekitar US$14,6 juta. Meskipun arus keluar ETH tergolong kecil, volume perdagangan mingguan ETH oleh investor institusi turun sekitar 80% sejak titik tertinggi dicapai kembali pada bulan Mei.

Terlepas dari laporan CoinShares, data on-chain dari penyedia analitik crypto CryptoQuant juga menunjukkan kondisi pasar yang akan berada dalam tren bearishl. CEO CryptoQuant Ki Young Ju dalam sebuah cuitan menyoroti Indeks kapitalisasi dari platform besar yang menunjukkan arus keluar yang signifikan dari dompet pemegang besar ke pertukaran Bitcoin.

“Saya benci mengatakan ini, tetapi sepertinya pasar beruang $BTC dikonfirmasi. Terlalu banyak paus yang mengirim $BTC ke bursa.”

http://

Disclaimer:

Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

Semua informasi di Portalkripto bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.