Bitcoin Maximalis Menentang Konsep Web3, Apa Dasarnya?

Portalkripto.com– Akhir-akhir ini di Twitter diramaikan oleh diskusi tentang web3, metaverse, dan Bitcoin. Diskusi atau perdebatan ini melibatkan sejumlah tokoh-tokoh industri teknologi seperti Jack Dorsey pendiri Twitter, Elon Musk, dan Marc Andreessen, salah satu pendiri perusahaan VC Andreessen Horowitz.

Perdebatan ini berakar dari statement dan sikap Jack Dorsey yang skeptis dengan keberadaan web3 juga metaverse. Ia menganggap bahwa web3 adalah perwujudan lain dari sistem terpusat yang saat ini sedang digugat oleh komunitas crypto dan blockchain, terutama Bitcoin maximalis. 

Jack mengatakan, bahwa web3 juga perwujudan konsep metaverse tidak akan lepas dari pengaruh kapitalis yang berkedok venture capital. Ia sanksi dengan cita-cita pengagum web3 yang memiliki semangat untuk menggantikan sistem dari web 2.0.

Itu tidak akan pernah lepas dari insentif mereka. Ini pada akhirnya adalah entitas terpusat dengan label yang berbeda. Ketahui apa yang Anda hadapi,” cuit Jack, 21 Desember 2021. Cuitan tersebut memancing perdebatan semakin ketat. 

http://

Jack tak berhenti di situ. Ia membagikan meme yang menunjukkan pemodal ventura melahap keuntungan besar dari industri web3 dan menyisakan tetesan keuntungan untuk investor ritel. 

Gambar ini lah yang membuat Marc Andreessen, salah satu pendiri perusahaan VC Andreessen Horowitz tambah murka. Andreessen langsung memblokir akun Jack saat itu juga. 

http://

Jack Dorsey adalah Bitcoin Maximalis, Bagaimana Cara Pandangnya?

Dalam ekosistem kripto, kita mengenal istilah Bitcoin maximalis atau maxis. Istilah ini merujuk pada individu atau kelompok yang hanya percaya pada Bitcoin selain aset kripto lainnya. 

Cita-cita dari kelompok ini adalah menjadikan BTC sebagai alat lindung nilai yang menggantikan emas maupun dollar. Kelompok ini pun kerap mengkampanyekan untuk menahan (HODL) BTC selama-lamanya. 

Bitcoin Maximalis ini lebih tepat digambarkan sebagai pendukung garis keras ideologi Satoshi Nakamoto. Di mana, Nakamoto menciptakan Bitcoin sebagai bentuk uang tunai peer-to-peer terdesentralisasi yang dapat digunakan di seluruh dunia. Desentralisasi adalah kunci keberhasilan dan kegunaan Bitcoin. Penggunaan blockchain semi-izin dan sepenuhnya diizinkan sepenuhnya meniadakan kebutuhan akan mata uang digital seperti yang terlihat oleh para maksimalis. 

Ide tersebut tergambarkan dari cuitan  Jack yang mengatakan ia adalah orang yang anti dengan sistem terpusat. Ia meyakini, apabila sekrup industri kripto masuk dalam ekosistem venture capital, itu akan menghilangkan cita-cita desentralisasi. 

“ Saya tidak anti ETH. Saya anti-terpusat, milik VC, satu titik kegagalan, dan kebohongan yang dikendalikan perusahaan. Jika tujuan Anda adalah anti kemapanan, saya berjanji itu bukan ethereum. Jangan percaya atau percaya padaku! Lihat saja dasar-dasarnya,” cuit Jack 23 Desember 2021.

Gagasan Web 3

Konsep Web 3 sebetulnya datang dari salah satu pendiri Ethereum Gavin Wood. Gavin yang kini mencipatakan jaringan Polkadot ini menjelaskan bahwa Web 3 mengacu pada ekosistem online terdesentralisasi berdasarkan blockchain. 

Platform dan aplikasi yang dibangun di Web3 tidak akan dimiliki oleh penjaga gerbang pusat seperti platform milik Facebook, Google, dll, melainkan oleh pengguna, yang akan mendapatkan kepemilikan mereka dengan membantu mengembangkan dan memelihara layanan tersebut.

Ia menciptakan istilah Web3 (awalnya Web 3.0) pada tahun 2014, setelah membantu mengembangkan Ethereum.

TONTON YUK: Blockchain, Web 3, Cryptocurrency; Siap-siap Hadapi Perubahan Besar!

Secara sederhananya, web3 merupakan antitesa dari web generasi kedua (web 2.0). Web 2.0 tersebut menggunakan sistem terpusat, di mana sebagian besar komunikasi dan perdagangan terjadi pada platform tertutup yang dimiliki oleh segelintir perusahaan super kuat—seperti Google, Facebook, Amazon. 

Web hadir untuk menggantikan sistem tersebut dengan konsep desentralisasi yang mengacu pada teknologi blockchain. Adapun, semangat web3 tersebut adalah membebaskan dunia dari kendali monopolistik perusahaan big tech.

Dalam sebuah wawancara dengan Wired, Gavin Wood mengatakan, bahwa web3 lebih dari sekedar alternatif atau evolusi teknologi. Lebih dari itu, ia mengatakan, bahwa web3 bisa membawa pesan pada gerakan sosial-politik yang lebih besar untuk menentang sistem terpusat. 

“Bagi saya, Web3 sebenarnya lebih merupakan gerakan sosial politik yang lebih besar yang bergerak menjauh dari otoritas yang sewenang-wenang menjadi model liberal yang jauh lebih rasional. Dan inilah satu-satunya cara yang dapat saya lihat untuk melindungi dunia liberal, kehidupan yang telah kita nikmati selama 70 tahun terakhir,” ujar Gavin.

PENULIS: IQBAL LAZUARDI/PORTALKRIPTO.COM