Portalkripto.com — Platform NFT marketplace Blur mengibarkan perang terbuka dengan pesaing utama mereka yang juga merupakan bursa NFT terbesar, OpenSea. Blur merekomendasikan kreator NFT anyar untuk memblokir perdagangan di OpenSea agar mereka bisa mendapatkan royalti kreator dalam jumlah fix.
Rekomendasi pemblokiran ini diutarakan dalam sebuah postingan blog baru-baru ini. Blur menawarkan sejumlah kepada kreator yang menjual karya NFT di platform mereka. Salah satunya adalah dengan memblokir perdagangan di OpenSea agar kreator NFT mendapatkan royalti penuh.
“Preferensi kami adalah kreator harus dapat memperoleh royalti di semua marketplace yang mereka daftarkan, daripada dipaksa untuk memilih. Untuk mendorong hal ini, Blur memberlakukan royalti penuh pada koleksi yang memblokir perdagangan di OpenSea.”
Yesterday we made an update to our royalty policy. Here’s the blog post accompanying that – it was meant to go out yesterday but due to the launch mayhem we weren’t able to publish until now. https://t.co/jeRcQYkvAr
— Blur (@blur_io) February 15, 2023
Untuk mengeksekusi kebijakan ini, kreator diwajibkan menggunakan alat kontrak on-chain yang mendeteksi dan mencegah penjualan NFT di OpenSea. Bila kebijakan dilanggar, kreator tak akan lagi mendapat royalti dari hasil penjualan sekunder karya NFT mereka.
Langkah bursa NFT anyar yang baru meluncur pada Oktober 2022 lalu ini merupakan upaya serangan balik terhadap OpenSea. Sebelumnya, bursa NFT terbesar ini memberlakukan blokir terhadap sejumlah bursa pesaing, termasuk Blur, lantaran menetapkan kebijakan royalti opsional atau tidak memberi royalti sama sekali kepada kreator. Blur yang sempat menetapkan kebijakan royalti opsional, ikut kena blokir.
Saat ini, Blur memberlakukan royalti kreator minimum 0,5%, dengan opsi untuk membayar lebih bagi pedagang pada penjualan sekunder karya mereka. Royalti minimum ini bersifat fix. Sedangkan OpenSea, mewajibkan kreator NFT untuk mematok biaya royalti hingga 10% dari harga penjualan sekunder.
Blur mengatakan ketentuan royalti wajib yang cuma 0,5% ini diberlakukan untuk menjaga daya saing. Mereka mengatakan akan meningkatkan minimum fee bagi kreator secara berkala dari waktu ke waktu.
“Blur berupaya memaksimalkan royalti untuk koleksi ini dengan meningkatkan royalti minimum sambil mempertahankan daya saing harga. Mempertahankan daya saing harga sangat penting untuk mencegah pedagang beralih ke pasar tanpa royalti sepenuhnya.” kata Blur.
Blur merupakan salah satu bursa NFT anyar yang digadang-gadang menjadi penantang serius OpenSea. Platform ini kini menjadi bursa NFT terbesar kedua setelah OpenSea.
Data Dune Analytics per 17 Februari 2023 memperlihatkan jumlah pengguna unik Blur mencapai 40,5% dari total seluruh pengguna bursa NFT, sedikit di bawah OpenSea dengan 43,8% pengguna.
Blur juga menyumbang angka penjualan NFT terbesar sebesar 57,3%, menyalip OpenSea dalam beberapa hari terakhir dengan angka penjualan terkini 31,5%. Dari segi volume transaksi, jumlah transaksi terkini di Blur menyumbangkan angka 82,2% dari seluruh volume transaksi NFT di marketplace.

Grafik angka penjualan NFT di marketplace (Sumber: Dune Analytics/@sealaunch)
Hikayat Perseteruan
Blur menjadi salah satu bursa NFT yang terkena dampak kebijakan blokir OpenSea sebelumnya. Pada November 2022, OpenSea menerbitkan kebijakan yang mengharuskan kreator untuk menggunakan alat kontrak on-chain yang mendeteksi dan mencegah penjualan NFT di bursa yang tidak mewajibkan royalti kreator.
Kreator harus memblokir penjualan NFT mereka di sejumlah marketplace NFT lain agar bisa mendapatkan royalti penuh di OpenSea. Kreator bisa menolak kewajiban itu namun royalti atas karya mereka di OpenSea akan menjadi opsional.
Blur yang saat itu masih memberlakukan kebijakan royalti kreator opsional, ikut kena blokir. Kreator bisa mematok biaya royalti di Blur, namun juga dibolehkan untuk tidak memasang tarif royalti bila khawatir akan menurunkan minat terhadap karya mereka.
Saat Blur pertama kali diluncurkan pada bulan Oktober, Blur menerapkan sistem royalti opsional. Blur mulai memberlakukan biaya royalti minimum 0,5% pada Desember.
Blur mengatakan kondisi ini membuat artis NFT tidak dapat memperoleh royalti di OpenSea dan Blur secara bersamaan. Oleh karena itu, Blur merekomendasikan agar kreator NFT di platformnya memblokir karya mereka agar tidak terdaftar di OpenSea.
“Hari ini, OpenSea secara otomatis menetapkan royalti menjadi opsional ketika mereka mendeteksi perdagangan di Blur. Kami ingin menyambut OpenSea untuk menghentikan kebijakan ini sehingga koleksi baru dapat memperoleh royalti di mana-mana,” kata Blur.


