Co Founder MakerDAO Tewas, Picu Spekulasi Liar Keterlibatan CIA

Share :

Portalkripto.com — Salah satu Co Founder MakerDAO, Nikolai Mushegian, dilaporkan tewas di Puerto Rico pada Jumat, 28 Oktober 2022, waktu setempat. Media lokal melaporkan Mushegian tewas setelah hanyut oleh arus laut di pantai Condado.

Sosok Mushegian merupakan tokoh penting dalam komunitas kripto. Dia berkontribusi pada beberapa proyek industri kripto. Lantaran kontribusinya itu, Mushegian dijuluki sebagai “arsitek Dai”.

Teknisi kripto berusia 29 tahun ini dikenal lewat keterlibatannya dalam proyek MakerDAO pada 2015 hingga 2018. Dia juga ikut mendirikan platform trading otomatis Balancer dan terlibat dalam proyek BitShares.

Pendiri dan CEO MakerDAO Rune Christensen melalui Twitter pada 31 Oktober mengatakan bahwa Mushegian berkontribusi dalam memberi masukan penting untuk pengembangan MakerDAO dan beberapa proyek penting di masa-masa awal pengembangan Ethereum.

Spekulasi Liar Keterlibatan CIA

Kematian Mushegian yang tiba-tiba dan terbilang mengenaskan ini juga memicu kemunculan spekulasi liar keterlibatan agen intelijen Amerika atau CIA dalam plot kematian Mushegian.

Biangnya, unggahan terakhir Mushegian di akun Twitter pribadinya menyenggol nama CIA dan Mossad. Dia mengatakan bahwa intel-intel AS dan Israel tersebut bakal menjebaknya lewat mantan pacarnya dan akan menyiksanya “sampai mati”.

Beberapa tanggapan dari Tweeps bermunculan dalam kolom komentar unggahan terakhir Mushegian. Ada yang menghubungkan status terakhirnya dengan berita kematian sang pengembang.

Editor Bitcoin Magazine, Dylan LeClair, ikut mengunggah tweet kabar kematian Mushegian dengan menyertakan unggahan terakhir mendiang yang menyenggol CIA dan Mossad.

Salah satu analis kripto, Kevin Svenson, ikut berkomentar. Dia mengatakan bahwa saat ini badan intelijen dapat mendeteksi tanda gelombang otak dan mengekstrak data saraf seseorang dari jarak jauh.

Sebelumnya, Mushegian juga pernah mengumbar curhatannya tentang “kemungkinan masa depan” dirinya. Termasuk di antaranya bahwa dia akan “dibunuh oleh CIA” atau menjadi “aset budak kerusakan otak CIA.”

Pantai Condado sendiri dianggap sebagai salah satu tempat paling berbahaya di dunia bagi perenang. Dilaporkan pantai ini merenggut setidaknya delapan nyawa pada tahun 2021.