Diduga Lakukan Pencucian Uang, Pengembang Tornado Cash Ditangkap

Share :

Portalkripto.com — Otoritas Belanda menangkap seorang pengembang yang diduga terlibat dalam pencucian uang melalui layanan pencampuran kripto Tornado Cash. Fiscal Information and Investigation Service (FIOD), sebuah lembaga yang bertanggung jawab menyelidiki kejahatan keuangan di Belanda, secara resmi mengumumkan penangkapan seorang pria berusia 29 tahun di Amsterdam pada Jumat (12/8).

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari investigasi kriminal yang dilakukan oleh Financial Advanced Cyber Team (FACT) Belanda terhadap Tornado Cash sejak Juni 2022 lalu. Menurut FACT, Tornado Cash diduga telah digunakan untuk menyembunyikan aliran dana curian berskala besar, termasuk dari kasus peretasan dan penipuan kripto.

“Ini termasuk dana yang dicuri melalui peretasan yang dilakukan oleh kelompok yang diyakini terkait dengan Korea Utara. Tornado Cash didirikan pada 2019 dan menurut FACT telah memiliki omzet tujuh miliar dolar,” kata FIOD dalam keterangan resminya, dikutip Cointelegraph.

Kabar penangkapan ini muncul tak lama setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) memblokir Tornado Cash dan puluhan wallet Ethereum yang terkait dengan platform itu pada 8 Agustus lalu. Circle, perusahaan penerbit USD Coin (USDC), kemudian membekukan 75.000 USDC yang ditautkan ke wallet-wallet tersebut.

Warga negara dan entitas di AS secara resmi dilarang menggunakan Tornado Cash. Pelanggar akan dikenai denda $50.000 sampai $10.000.000 dan hukuman penjara 10 sampai 30 tahun.

Discord channel Tornado Cash juga dilaporkan telah dihapus pada Jumat (12/8). Sementara grup Telegram resmi Tornado Cash masih ada.

Didirikan di jaringan Ethereum, Tornado Cash merupakan platform yang memungkinkan pengguna untuk mengaburkan transaksi kripto dengan mengacak jalur informasi di blockchain. Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, mengklaim ia menggunakan Tornado Cash saat menyumbangkan dana ke Ukraina untuk melindungi privasi finansial penerima.