Digital Currency Group (DCG) Isyaratkan Kesulitan Likuiditas

Share :

Portalkripto.com — Salah satu venture capital raksasa bagi pelaku industri kripto global, Digital Currency Group (DCG), diterpa isu kesulitan likuiditas. Sejumlah anak perusahaan DCG termasuk Grayscale dan Genesis dikhawatirkan terdampak negatif.

Kondisi DCG yang disinyalir tidak baik-baik saja cukup ramai disuarakan pelbagai pihak belakangan ini. Salah satunya, bursa perdagangan kripto Bitvavo yang menuding perusahaan yang berbasis di Connecticut, Amerika Serikat (AS) ini mengalami “krisis likuiditas”.

Pernyataan yang belum lama dikeluarkan itu berkaitan dengan dana milik exchangen yang tersangkut di DCG. Bitvavo mengatakan mereka memiliki aset 280 juta Euro yang terkunci dan tidak dikembalikan oleh DCG.

“DCG saat ini mengalami masalah likuiditas karena turbulensi di pasar kripto. Akibatnya, DCG menangguhkan pembayaran sampai masalah likuiditas ini diselesaikan.” demikian keterangan Bitvavo.

Isyarat lainnya datang dari aksi dumping sejumlah altcoin yang diduga dilakukan DCG. Analis kripto Miles Deutscher belum lama ini membagikan grafik penurunan harga dua digit yang dialami sejumlah aset kripto. Data dashboard dari Messari tersebut menunjukkan beberapa altcoin yang jadi portofolio DCG seperti Filecoin, Ethereum Classic, Flow, Stacks, Decentraland, dll.

Deutscher meyakini aksi dumping ini diduga kuat terjadi lantaran DCG dipaksa untuk menjual banyak aset yang mereka investasikan untuk mendapatkan infus likuiditas jangka pendek.

“Kerusakan parah dan cepat ini hanya benar-benar mengarah pada satu kesimpulan yaitu bahwa DCG sebenarnya menjual aset untuk mendapatkan likuiditas,” kata Deutscher.

Tren penurunan harga yang terjadi di pasar memang menimpah hampir seluruh kelas aset kripto yang beredar belakangan ini. Namun penurunan dua digit ini terbilang tidak lazim.

Bitcoin, Ethereum dan BNB misalnya, masing-masing turun di kisaran 2,3%, 5%, dan 6,7% dalam sepekan terakhir. Sementara penurunan yang dialami Filecoin turun di atas 30%, Flow di atas 20%, dan Decentraland hingga di atas 19%.

Grafik harga Filecoin 7 hari terakhir (CoinMarketCap).

Efek Domino

Dugaan kesulitan likuiditas yang dialami DCG ini sangat mungkin memberikan efek domino bagi industri kripto. Pasalnya, DCG diketahui memiliki sejumlah anak perusahaan seperti Genesis, Grayscale, Luno, dan CoinDesk.

Selain anak perusahaan, DCG juga memiliki portofolio investasi yang sangat luas termasuk kepada BitPay, Circle, Coinbase, CoinFLEX, FTX, Decentraland, Chainalysis, Elliptic, Etherscan, Bitso, Bitpay, Blockchain.com, Blockstream, dan masih banyak lagi.

Genesis dan Grayscale, dua perusahaan kripto besar milik DCG juga sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Saham Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) di bursa AS saat ini diperdagangkan dengan harga diskon besar seharga 49% dari nilai aset bersih.

Sedangkan Genesis Global sedang terseok-seok untuk bertahan dari ancaman kebangkrutan. Jelang akhir November lalu, DCG sempat memberikan suntikan dana darurat sebesar $140 juta untuk menutupi kerugian yang dialami Genesis akibat dana $175 juta perusahaan tersebut terkunci di FTX yang telah bangkrut.

Pada Juni lalu, perusahaan tersebut juga ikut terguncang dengan ambruknya platform dana lindung nilai Three Arrow Capital (3AC). Dalam proses kebangkrutan 3AC, Genesis mengklaim dananya yang terdampak sebesar $1,2 miliar.