Dugaan Pencucian Uang Bitzlato Seret Binance, Huobi dan FTX

Share :

Portalkripto.com — Sejumlah bursa kripto besar, Binance, Huobi, dan FTX terseret dalam pusaran kasus dugaan pencucian uang Bitzlato. Ketiga bursa itu diduga menjadi kantung transit keluar dan masuk duit ratusan juta dolar milik bursa Bitzlato yang diduga dihasilkan dari aktivitas ilegal.

Dalam laporannya, Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) mengatakan Binance masuk ke dalam tiga besar penerima duit haram Bitzlato yang menerima aliran dana (inflow) dalam bentuk Bitcoin (BTC). Selain Binance, lembaga lain yang menerima inflow Bitzlato tersebut adalah darknet marketplace Hydra, dan skema Ponzi Rusia yang disebut “The Finiko”.

“Kira-kira dua pertiga dari rekanan penerima dan pengirim teratas Bitzlato dikaitkan dengan pasar darknet atau penipuan. Misalnya, tiga rekanan penerima Bitzlato teratas, dengan jumlah total BTC yang diterima antara Mei 2018 dan September 2022, adalah: (1) Binance, sebuah VASP [penyedia layanan aset virtual]; (2) Hydra pasar darknet yang terhubung dengan Rusia; dan (3) dugaan skema Ponzi yang berbasis di Rusia “TheFiniko,” kata FinCEN.

Laporan itu juga mengungkap rekanan pengirim setoran (outflow) Bitzlato. Tiga mitra pengiriman setoran teratas Bitzlato adalah Hydra, LocalBitcoins, dan “The Finik”. FinCEN juga menyebut bahwa sebagian besar rekanan “memiliki hubungan yang jelas dengan dan/atau operasi signifikan di Rusia”.

Tanggapan Binance

Walau menjadi kantung bagi aliran dana aktivitas diduga ilegal, Binance sendiri tidak terlibat secara sadar dalam aktivitas kriminal apapun. Tidak ada regulator yang menuduhnya secara sadar menerima dana ilegal sejauh ini, meskipun Departemen Kehakiman (DoJ) Amerika Serikat (AS) belum lama ini sempat dikabarkan membuka kembali penyelidikan dugaan pelanggaran kepatuhan Binance terhadap undang-undang anti-pencucian uang.

“Binance dengan senang hati telah memberikan bantuan substansial kepada mitra penegak hukum internasional untuk mendukung penyelidikan ini. Ini menunjukkan komitmen Binance untuk bekerja sama dengan mitra penegak hukum di seluruh dunia,” kata juru bicara Binance merespon laporan FinCEN, dikutip dari CoinDesk.

Data Arkham Intelligence yang dikutip CNBC menunjukkan jumlah duit yang ditransfer Bitzlato ke Binance sepanjang 2022 hingga pekan-pekan awal 2023 ‘cuma’ $9,7 juta. Jumlah total duit yang transit di Binance selama empat tahun Bitzlato beroperasi juga ‘hanya’ $52 juta, jauh dari estimasi perputaran uang ilegal Bitzlato versi DoJ yang mencapai $700 juta.

Exchange lain Diduga Terlibat

CNBC juga menunjukkan sejumlah bursa kripto lain yang menjadi kantung transit aliran dana, termasuk di antaranya adalah Huobi, FTX, Poloniex, Nexo, dan WhiteBIT. Mereka ikut mengirimkan dana kepada 10 penerima outflow Bitzlato terbesar yang mengumpulkan lebih dari $45 juta.

DoJ menuduh Bitzlato telah melakukan pencucian uang hingga $700 juta atau sekitar Rp10 triliun dalam bentuk kripto. Bursa yang terdaftar di Hong Kong tersebut dituding telah memfasilitasi transaksi yang melibatkan narkoba dan layanan perjudian ilegal.

Bloomberg melaporkan pada 18 Januari 2022, bahwa CEO Bitzlato, Anatoly Legkodymov, diduga mengakui melalui obrolan internal bahwa sebagian besar klien Bitzlato adalah penjahat.

Penyidik AS juga menuding Bitzlato telah memproses kripto dengan nilai total $4,58 miliar sejak 3 Mei 2018. Sebagian besar dana itu merupakan hasil dari aksi kejahatan.