Ringkasan Berita
- ETF spot XRP mencatat inflow 11 hari berturut-turut dengan total lebih dari $756 juta.
- Analisis teknikal menunjukkan bullish divergence pada RSI dan sinyal beli dari TD Sequential.
- Hampir 330 juta XRP terserap dalam 11 hari, didorong oleh minat institusi termasuk Vanguard.
- Harga XRP perlu menembus zona resistensi $2,20–$2,50 untuk membuka peluang menuju target $3.
ETF spot XRP terus menarik minat investor dan mencatat arus masuk (inflows) selama 11 hari berturut-turut, menandakan meningkatnya permintaan dari institusi. Apakah dorongan ini cukup kuat untuk menjaga harga XRP tetap di atas $2 dan memicu pemulihan berkelanjutan?
Arus Masuk ETF XRP Meningkat, Optimisme Naik
Data SoSoValue menunjukkan ETF spot XRP berbasis AS mencatat arus masuk $89,65 juta pada hari Senin, sehingga total inflow mencapai $756 juta—pertanda permintaan institusional yang konsisten.

Sejak diluncurkan pada 13 November, ETF ini selalu mencatat inflow setiap hari, mendorong total aset kelolaan (AUM) menjadi $723 juta.
Saat ini ada empat ETF XRP yang sudah diperdagangkan. Produk milik Canary, XRPC, yang terdaftar di Nasdaq, memimpin dengan $350 juta inflow bersih, disusul ETF XRP Bitwise dengan $170 juta.
Selama 11 hari terakhir, hampir 330 juta token XRP telah diserap pasar—mengungguli aliran dana ke ETF Solana dan terjadi saat inflow Bitcoin ETF justru lebih kecil.
Di tingkat global, produk ETP XRP mencatat inflow mingguan terbesar sepanjang sejarah, yaitu $289 juta—menunjukkan minat institusi yang terus meningkat.
James Butterfill, kepala riset CoinShares, menyebut lonjakan ini dipicu oleh peluncuran ETF XRP di AS, termasuk debut ETF milik Canary Capital pada pertengahan November.
Raksasa investasi Vanguard, yang mengelola aset senilai $11 triliun, juga dikabarkan akan membuka akses perdagangan ETF kripto—termasuk XRP—bagi lebih dari 50 juta kliennya mulai Selasa.
BACA JUGA: Perusahaan Ini Borong 23.773 ETH Saat Pasar Sedang Lesu
Sinyal Bullish Muncul di Grafik XRP
Indikator teknikal turut memperkuat peluang pemulihan harga. Dalam 24 jam terakhir XRP naik lebih dari 6% setelah pasar kembali bounce ditandai dengan pulihnya harga Bitcoin ke level $91 ribu.
Pola grafik XRP saat ini membentuk bullish divergence antara harga XRP dan indikator relative strength index (RSI) pada grafik harian—biasanya menandakan melemahnya tekanan jual.
“$XRP sedang membentuk bullish divergence kuat di timeframe harian, yang semakin kuat selama penurunan perlahan selama 55 hari sejak peristiwa likuidasi,” ujar analis ChartNerd di platform X. “Semakin lama pola ini bertahan, semakin kuat sinyalnya.”

Bullish divergence terjadi ketika harga mencetak lower low, tetapi RSI mencetak higher low—menandakan potensi pembalikan arah karena momentum bearish melemah.
BACA JUGA: Pemicu Harga Bitcoin Anjlok: Lonjakan Volume Jual Mendadak
Indikator TD Sequential juga memunculkan sinyal beli pada grafik mingguan XRP. Sejak pertengahan 2021, setiap kali indikator ini memberikan sinyal beli, pasangan XRP/USD selalu reli antara 37% hingga 174%.
Jika pola tersebut terulang, harga XRP berpotensi naik hingga $5,60.

Level Resistensi Penting yang Harus Ditembus
Sebelum melihat reli besar, XRP harus terlebih dahulu melewati area resistensi yang kuat di kisaran $2,20–$2,50, yang diperkuat oleh simple moving average (SMA) 50-mingguan.
Jika harga XRP memantul kuat dari area $2 dan mampu menembus EMA 20-hari di sekitar $2,18, pasangan XRP/USD berpeluang menguji SMA 50-mingguan dan selanjutnya level psikologis $3.
FAQ:
Investor bisa mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin atau aset kripto lainnya tanpa harus
membeli dan menyimpannya sendiri. ETF ini diperdagangkan di bursa seperti saham.


