Ethereum (ETH) melonjak 18,11% dalam 24 jam ke level $2.273,43, mengungguli reli pasar kripto secara luas. Kenaikan tajam tersebut dipicu kombinasi sentimen makro yang positif dan gelombang likuidasi posisi short yang mempercepat tekanan beli.
Pergerakan ETH juga menunjukkan korelasi yang kuat dengan emas, mencapai 83,8%, mengindikasikan bahwa reli kali ini lebih banyak dipengaruhi faktor makro daripada katalis yang sepenuhnya berasal dari ekosistem Ethereum.
Likuiditas Makro dan Short Squeeze
Salah satu pemicu utama reli berasal dari kebijakan Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) yang berencana menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang menjadi setidaknya $4 miliar per operasi.
Langkah tersebut ditafsirkan pasar sebagai dukungan terhadap likuiditas. Ekspektasi kondisi finansial yang lebih longgar kemudian meningkatkan minat terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.
BACA JUGA: Harga Bitcoin Melonjak Sentuh Harga $71 Ribu, Apa Pemicunya?
Momentum tersebut diperkuat oleh posisi short yang terlalu besar di pasar derivatif. Menurut data dalam laporan ini, lebih dari $3 miliar posisi short terlikuidasi, menciptakan efek berantai berupa pembelian paksa ketika posisi bearish ditutup.
Kondisi tersebut kemudian memperkuat kenaikan harga Ethereum.Dengan demikian, lonjakan ETH kali ini bukan semata-mata disebabkan kabar spesifik Ethereum, melainkan kombinasi sentimen makro dan leverage ekstrem di pasar derivatif.
Sentimen Regulasi Ikut Menguat
Sentimen positif juga datang dari perkembangan regulasi aset kripto di AS. Pertemuan Presiden Donald Trump dengan sejumlah eksekutif industri kripto turut meningkatkan optimisme pasar.
Dalam pertemuan tersebut, Trump mendorong kemajuan CLARITY Act dan menyatakan AS berpotensi membeli aset kripto dalam jumlah besar. Momentum tersebut diperkuat oleh kerangka bersama SEC dan CFTC yang, berdasarkan materi sumber, mengklasifikasikan ETH sebagai digital commodity.
Kejelasan regulasi dinilai dapat mengurangi ketidakpastian bagi investor institusional. Ethereum juga mendapat keuntungan dari rotasi modal ke sektor Layer 1, yang menjadi salah satu narasi investasi yang sedang dominan.
Investor kini akan mencermati perkembangan CLARITY Act di Senat sebagai salah satu katalis regulasi berikutnya.
ETH Mulai Masuk Zona Overbought
Meski struktur bullish masih kuat, kenaikan lebih dari 18% dalam sehari membuat Ethereum memasuki wilayah overbought. Indikator RSI berada di level 82,2, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya konsolidasi atau koreksi dalam jangka pendek.
Level $2.135 menjadi support penting. Level tersebut merupakan retracement Fibonacci 38,2%. Jika ETH mampu bertahan di atas $2.135, harga berpotensi menguji target berikutnya di sekitar $2.465, berdasarkan level Fibonacci extension 127,2%.
Sebaliknya, jika ETH menembus ke bawah $2.135, tekanan jual berpotensi meningkat dan membawa harga kembali menguji area psikologis $2.000.
Reli ETH Masih Bullish, tetapi Mulai Terlalu Panas
Secara keseluruhan, momentum Ethereum masih berada dalam kondisi bullish, tetapi kenaikan yang sangat cepat membuat pasar membutuhkan konsolidasi untuk membangun basis harga baru.
Pertanyaan utama bagi trader saat ini bukan lagi apakah ETH mampu menguat, melainkan apakah Ethereum mampu mempertahankan area $2.135 setelah reli tajam tersebut.
Jika level itu bertahan, momentum bullish masih berpeluang membawa ETH menuju $2.465. Namun, penutupan harian di bawah $2.135 dapat menjadi sinyal awal koreksi yang lebih dalam menuju $2.000.


