Fiji dan Tonga Berpotensi Jadikan Bitcoin sebagai Legal Tender

Share :

Portalkripto.com — Dua negara di kepulauan Pasifik, Fiji dan Tonga disebut-sebut bakal mengikuti langkah El Salvador dan Republik Afrika Tengah dengan menjadikan Bitcoin (BTC) sebagai legal tender atau alat pembayaran yang sah. Rancangan undang-undang legal tender kedua negara itu disebut bakal meluncur dalam waktu dekat.

Kabar baik bagi Bitcoin ini diembuskan oleh mantan anggota parlemen Kerjaan Tonga, Lord Fusitu’a, akhir tahun lalu. Melalui akun Twitter-nya, dia menyatakan perdana menteri Fiji yang baru terpilih, Sitiveni Rabuka, merupakan sosok pro Bitcoin. Dia memproyeksikan RUU Legal Tender untuk negara di kepulauan Pasifik tersebut diusulkan pada tahun 2023.

Rabuka sendiri belum memberikan pernyataan yang terang benderang terkait sikapnya terhadap Bitcoin. Namun Fusitu’a mengatakan Rabuka pernah meminta pendapatnya terkait adopsi Bitcoin di Fiji.

Perbincangan dengan Rabuka tersebut menjadi dasar justifikasi kemungkinan adopsi Bitcoin di Fiji. Fusitu’a sendiri nampak sebagai salah satu proponen Bitcoin maksimalis, sebagaimana terlihat dari salah satu unggahan fotonya yang menggunakan atribut mata laser.

Kedua negara itu seperti disinggung Fusitu’a, dapat memperoleh manfaat luar biasa dari adopsi Bitcoin, khususnya untuk mempermudah dan mempermurah remitansi pengiriman uang dari luar negeri dan juga pertambangan Bitcoin.

Data Bank Dunia pada 2021 menunjukkan, remitansi yang dikirim ke Fiji menyumbang 11,3% dari produk domestik bruto (PDB) negara tersebut. Di Tonga, jumlahnya lebih fantastis. Kontribusi remitansi diaspora ke negara itu mencapai 45,5% dari PDB di tahun yang sama.

Data biaya rata-rata pengiriman remitansi dari ratusan koridor ekonomi, sesuai dengan penelitian International Monetary Fund (IMF), masih di atas 5%. Biaya remitansi ini masih jauh dari target Sustainable Development Goal 2030 dengan target biaya rata-rata kurang dari 3%. Sementara transfer Bitcoin atau kripto lainnya, hanya membutuhkan biaya nyaris nol dengan waktu pengiriman yang lebih singkat.

Untuk Tonga sendiri, ini bukan pertama kalinya Fusitu’a mengisyaratkan negara itu akan mengadopsi Bitcoin sebagai legal tender. Pada 11 Januari 2022, dia pernah menyebut bahwa rancangan beleid Bitcoin sebagai legal tender di Tonga akan disahkan parlemen.

Fusitu’a juga percaya bahwa Bitcoin dapat menjadi alat pembayaran yang sah di wilayah tersebut sebulan setelahnya atau maksimal pada November. Namun sejauh ini proses adopsi sesuai dengan tahapan yang diproyeksikan Fusitu’a urung kejadian.

International Organization for Migration (IOM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan penduduk Tonga yang tinggal di luar negeri berjumlah 126.000, di mana 18.000 di antaranya tinggal di Australia. Sedangkan warga Fiji yang ada di luar negeri diperkirakan melebihi 222.000 per 2019 dan hampir semuanya berada di Australia, Kanada, Selandia Baru dan Amerika Serikat (AS).