Gaya Anang Hermansyah Jualan Token, Asik gak?

Share :

Portalkripto.com– Anang Hermansyah baru saja merilis sebuah proyek kripto yang dinamai ASIX. Token yang dibangun di atas jaringan Binance Smart Chain tersebut mulai diperdagangkan di bursa terdesentralisasi (DEX) sejak 30 Januari 2022. 

Berdasarkan chart perdagangan di bursa terdesentralisasi dextools.io, harga publik token tersebut berada di kisaran Rp 0.14. Sejak dirilis harga token tersebut anjlok sekitar 63%. Harga ASIX pada perdagangan hari ini, 10 Februari 2022, berada di level Rp 0,059. 

Namun, dalam dua hari sejak peluncuran token tersebut sempat naik sebesar 22,48% dari harga public sale. 

Token tersebut sempat menjadi perbincangan di media sosial. Bahkan, sempat menempati trending topic di Twitter Indonesia. Hal ini tak lepas dari gaya marketing yang menjadikan sosok Anang dan keluarganya menjadi brand ambassador. Tak heran, hingga saat ini total holder ASIX berjumlah 23.688.

LIHAT JUGA: Diborong Whale, Harga Shiba Inu melonjak 51% dalam Sepekan

Belum Legal Diperjualbelikan di Indonesia

Gaya jualan token ini sempat menjadi sorotan. Pasalnya, Anang Hermansyah yang juga menjadi petinggi di tim pengembang proyek ini secara massif melakukan promosi dengan melibatkan sejumlah pesohor. Bahkan, isteri Anang yang juga merupakan selebritas ikut mempromosikan token tersebut baik secara online maupun offline. 

Hal tersebut sempat mendapat kritikan dari netizen di Twitter. Pemilik akun @Lianasinaga mengatakan bahwa gaya jualan token yang dilakukan Anang tidak bijak. Pasalnya, token merupakan aset investasi yang beresiko tinggi. Sehingga perlu pendekatan khusus dalam melakukan penjualan. 

Anang promoting his coin like promoting obat tinggi pelangsing. He think he cultured,” cuit akun tersebut. 

Kontroversi gaya berjualan token ini pun mendapat perhatian dari pihak otoritas. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) membuat pertanyaan di akun Twitternya. Otoritas ini mengatakan bahwa token ASIX masih dilarang diperjualbelikan di Indonesia. Pasalnya, token ini belum terdaftar sebagai aset kripto yang legal di Indonesia. 

http://

“Selamat siang, dapat kami sampaikan bahwa Token ASIX dilarang untuk diperdagangkan karena tidak termasuk dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia sesuai Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020. Terima kasih,” tulis pihak Bappebti dikutip Kamis, 10 Februari 2022.

Sampai saat ini, token ASIX hanya bisa diperjualbelikan di bursa terdesentralisasi. Sehingga tak memerlukan yuridiksi dari negara manapun. Bursa terdesentralisasi merupakan medium jual beli aset kripto yang dilakukan tanpa perantara atau pihak ketiga. Tidak seperti Exchange terpusat (CEX) macam Tokocrypto, Binance, Indodax dan lainnya. 

Resiko perdagangan di DEX pun termasuk lebih tinggi dibandingan di CEX. Karena tidak ada satupun yang bisa memberikan jaminan kepada para pedagang atau investor ketika terjadi sesuatu. 

Namun, dalam roadmapnya token ini menuliskan rencana akan listing di CEX. Mereka merencanakan pada kuartal pertama tahun ini akan segera listing di CEX dan mendapat izin Bappebti.

 

PENULIS: IQBAL LAZUARDI/PORTALKRIPTO.COM

Kumpulkan terus PKO Poin kalian dengan membaca dan mengunjungi website portalkripto.com. Bakal ada hadiah menarik bagi pengumpul PKO Poin terbanyak.