Google Tarik Eks Eksekutif Perusahaan Kripto BlockFi untuk Ekspansi Web3

Share :

Portalkripto.com — Korporasi teknologi raksasa Google menarik mantan eksekutif perusahaan kripto BlockFi yang kini telah bangkrut. Rishi Ramchandani, eks Vice President Asia BlockFi, ditunjuk sebagai Lead Web3 Google untuk kawasan Asia Pasifik.

Bergabungnya Rishi dengan Google ini diumumkan lewat LinkedIn baru-baru ini. Pria keturunan India itu menyambut positif kepercayaan Google dan mengaku bersemangat memulai petualangan barunya menjelajah belantara Web3.

Rishi sendiri sudah punya pengalaman mengelola industri finansial dan teknologi di kawasan Asia. Area tersebut sudah dikenalnya sejak dia menjadi eksekutif BlockFi untuk Asia antara Juni 2020 dan Desember 2022.

BlockFi merupakan perusahaan trading dan lending kripto global yang memiliki pengguna dari berbagai negara. Perusahaan yang didirikan di Amerika Serikat (AS) pada 2017 ini sempat memiliki valuasi $3 miliar sebelum kemudian mengajukan kebangkrutan pada akhir November 2022. BlockFi bangkrut lantaran tren bear market yang berkepanjangan serta goncangan krisis struktural yang silih berganti terjadi di pasar kripto.

Bergabungnya eks eksekutif BlockFi yang telah bangkrut ke Google ini menunjukkan kuatnya komitmen perusahaan tersebut untuk menjelajah ekosistem Web3.

Sebelumnya, Google Cloud telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan kripto atau blockchain seperti Aptos, Fortress Blockchain Technologies, NEAR Protocol serta dengan Coinbase untuk memperkenalkan pembayaran kripto bagi layanan cloud.

Pada awal tahun 2022 lalu, Google Cloud juga telah membuat tim aset digital yang bertugas untuk melakukan eksplorasi Web3. Tim ini bekerja untuk menyediakan infrastruktur komputasi awan bagi perusahaan Web3, menyediakan layanan transaksi, penyimpanan data, serta penyebaran produk baru.

Google akan menyediakan infrastruktur cloud bagi pengembang yang tertarik membuat software Web3. Raksasa internet ini bakal bersaing dengan sejumlah kompetitor seperti Alibaba, Amazon dan Microsoft, yang juga menyediakan layanan cloud.

Web3 sendiri, menurut pencetusnya, Gavin Wood, adalah model internet terdesentralisasi di mana transaksi segala rupa data dapat dilakukan secara peer-to-peer tanpa perantara. Model interaksi langsung ini ciri khas Web3 yang akan membentuk generasi internet berikutnya. Filosofi Web3 bertentangan dengan ekosistem web saat ini, yang dikendalikan oleh korporasi raksasa seperti Amazon, Meta, dan Google.