Harga Memecoin LAPTOP Milik Hunter Biden Rungkad, Ini Penyebabnya!

laptop memecoin
Share :

Token memecoin LAPTOP milik Hunter Biden anjlok 95,7% dalam satu jam pertama perdagangannya pada hari Rabu, 9 September 2026. Token yang diterbitkan di jaringan layer-2 Ethereum, Base, tersebut saat laporan ini diterbitkan diperdagangkan di harga $0.79, padahal saat peluncuran kemarin, harga LAPTOP sempat menyentuh harga $401, setelah sebelumnya dibuka di harga $199,50.

Kehancuran harga token bertemakan politik ini, menurut platform pelacakan aset kripto, Arkham, disebabkan oleh krisis likuiditas saat pertama diluncurkan. Arkham  mencatat bahwa liquidity pool token tersebut hanya sebesar $48.000, sehingga menciptakan fully diluted valuation (FDV) yang secara artifisial mendekati $144 miliar.

Sementara itu, pada saat yang sama, data on-chain menunjukkan bahwa sebuah wallet yang terhubung dengan proyek mendistribusikan 42,5 juta token atau 4,25% dari total pasokan ke pasar saat peluncuran. Sementara itu, market maker seperti GSR langsung menjual token yang telah dialokasikan kepada mereka

Menurut platform visualisasi data on-chain, Bubblemaps, sebagian besar pemegang token terbesar merupakan dompet (wallet) yang baru didanai dalam 10 hari terakhir. “60% belum menunjukkan aktivitas sebelumnya,” tulis Bubblemaps dalam unggahan X.

Memecoin ini dipromosikan sebagai upaya untuk merebut kembali “narasi laptop” — merujuk pada sebuah MacBook yang dilaporkan ditinggalkan Biden di sebuah toko reparasi di Delaware pada 2019.

New York Post sempat mempublikasikan email dan berbagai berkas yang diklaim berasal dari perangkat tersebut menjelang pemilu presiden 2020. Sekutu-sekutu Trump kala itu menggunakan materi tersebut untuk menyerang Hunter Biden maupun ayahnya, Joe Biden, yang saat itu berstatus calon presiden.

BACA JUGA: Token Sophon (SOPH) Melonjak 119% dalam 24 Jam, Bagaimana Proyeksi Jangka Pendek?

Pada hari Senin, 7 September 2026, Biden lebih dulu memberi bocoran soal LAPTOP di X lewat unggahan yang menampilkan simbol ticker token tersebut, disertai kompilasi liputan media terkait kasus laptop tersebut.

Peluncuran Token Menuai Kritik

Pengumuman ini menuai kritik, salah satunya dari investigator digital Stephen Findeisen — yang dikenal dengan nama Coffeezilla — yang menyebut LAPTOP sebagai “shitcoin” dan mendesak para pengikutnya untuk tidak membelinya. Akun X “scupytrooples” bahkan menyampaikan kepada Biden bahwa “masih ada waktu untuk membatalkan rencana ini.”

Pendiri Base, Jesse Pollak, menyatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa tim proyek LAPTOP sempat menghubungi timnya, namun Base secara sadar memutuskan untuk tidak ikut membantu dalam desain maupun promosi token tersebut.

Alokasi dalam Dokumen Pengungkapan LAPTOP: 2% Pasokan Token untuk Korban Kerugian Token TRUMP

Kritik Biden sebelumnya terhadap bisnis kripto keluarga Trump kini justru memberi celah bagi para trader untuk menuding kemunafikannya sendiri.

Dalam sebuah unggahan pada 21 Agustus, Biden menuduh World Liberty Financial menyalahgunakan pengaruh politik, kontrol tersentralisasi, dan leverage demi menguntungkan para pendirinya, sembari menyebut industri kripto pantas mendapatkan yang lebih baik.

Kini, ia sendiri justru meluncurkan sebuah memecoin yang dibangun berdasarkan identitas politiknya, dengan sebagian besar pasokan token dialokasikan untuk para pendiri.

Dokumen pengungkapan proyek ini mendeskripsikan LAPTOP sebagai koleksi digital (digital collectible) tanpa nilai guna, tanpa hak kepemilikan, hak suara, imbal hasil, maupun hak bagi keuntungan. Token ini memiliki total pasokan tetap sebesar 1 miliar unit, dengan 350 juta unit beredar saat peluncuran.

Para pendiri, termasuk Biden sendiri, mendapat alokasi 300 juta token atau 30% dari total pasokan. Token tersebut dikunci selama enam bulan, kemudian dicairkan (vesting) secara bertahap tiap bulan selama 24 bulan berikutnya.

Sebanyak 30% lainnya dikaitkan dengan prediksi-prediksi di bidang politik, budaya, dan kripto — token akan dibakar (burn) jika hasil yang ditentukan terjadi, dan disumbangkan ke badan amal jika tidak terjadi.

Airdrop

Dokumen pengungkapan itu juga merinci angka airdrop, dengan putaran awal mewakili 10% dari total pasokan. Dari jumlah tersebut, 2% dicadangkan untuk dompet yang mengalami kerugian akibat token TRUMP, dan 8% untuk pelanggan yang memenuhi syarat dari newsletter Substack milik Biden, “Where’s Hunter”.

Ada pula airdrop terpisah sebesar 10% lagi yang akan didistribusikan di masa depan atas kebijakan yayasan (foundation). Artinya, total alokasi untuk airdrop mencapai 20% secara keseluruhan, sementara alokasi khusus untuk korban kerugian token TRUMP dibatasi maksimal 2%.