HODL! Strategi Investasi Buy and Hold Theory yang Populer di Komunitas Kripto

Share :

Portalkripto.com — Seiring berjalannya waktu, perkembangan mata uang digital berbasis blockchain (crpytocurrency) semakin dirasakan dan mempunyai nilai.

Teknologi blockchain yang melekat pada kemajuan cryptocurrency memberikan utilitas baru untuk digunakan oleh para pelaku industri di berbagai bidang.

Selain itu, kapitalisasi pasar kripto sudah diakui oleh masyarakat luas dan termasuk salah satu komoditas yang diperhitungkan oleh berbagai institusional.

Kapitalisasi pasar kripto melambung tinggi saat bull market tahun 2021. Tepatnya, pada November 2021, total kapitalisasi pasar kripto menyentuh titik tertingginya di level $3,009 triliun.

Di Indonesia sendiri istilah cryptocurrency dikenal sebagai aset kripto. Hal tersebut berhubungan dengan regulasi yang mengatur bahwa cryptocurrency dilarang digunakan sebagai alat bayar, tetapi legal sebagai komoditas yang diperdagangkan.

Mempersiapkan strategi menjadi langkah awal untuk melakukan perdagangan di pasar kripto. Baik trader atau investor, hal tersebut menjadi wajib dilakukan, terlebih pasar kripto terkenal akan volatilitas harganya yang seperti ‘roller coaster’.

Buy and Hold Theory

Beli dan Tahan, atau dikenal sebagai Buy and Hold Theory, merupakan salah satu teknik investasi yang populer di kalangan investor, khususnya pelaku pasar kirpto.

Teori tersebut bahkan diberikan jargon khusus oleh komunitas kripto, dengan hastag #HODL!.

Teknik ini merupakan strategi pasif jangka panjang yang dilakukan oleh investor. Kepercayaan terhadap perkembangan dan pergerakan harga suatu aset kripto menjadi faktor utama mengapa investor menerapkan strategi ini terhadap aset yang akan mereka simpan.

Fluktuasi harga jangka pendek bukan menjadi kendala bagi mereka yang menerapkan strategi ini. Investor legendaris seperti, Warren Buffett dan Jack Bogle memuji bahwa strategi ini cocok untuk individu yang mencari keuntungan dalam jangka waktu yang panjang.

Strategi investasi apa pun memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari keuntungan. Menurut Fred McAllen dalam bukunya yang berjudul “Charting and Technical Analysis”, terdapat 3 hal penting yang harus diperhatian dalam mempraktikan startegi Buy and Hold, yaitu waktu menahan, beli, dan jual.

Berapa lama akan menahan ?

Setiap awal pasti memiliki akhir, begitu pun dengan investasi. Investor yang bijak harus mengetahui kapan mulai akumulasi dan kapan saatnya menjual untuk mendapatkan keuntungan.

Pasar kripto sudah melalui musim semi (bull market) dan musim dingin (bear market) berulang kali. Historikal data dari pergerakan harga menjadi kunci untuk membaca karakteristik pada setiap musim tersebut, sehingga para investor bisa meramalkan kapan suatu musim akan dimulai atau berakhir.

Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan, bahwa analisa merupakan hal penting yang harus dipahami sebelum melakukan investasi dengan strategi apa pun.

Kapan akan beli ?

Strategi Buy and Hold tidak memiliki aturan yang mengharuskan melakukan pembelian secara rutin, seperti yang dilakukan pada Dollar Cost Averaging (DCA).

Investor dapat memilih waktu, harga, dan aset yang akan dibeli secara bebas. Aksi beli yang terbaik adalah pada saat harga turun. Melakukan pembelian pada saat harga turun akan membentuk harga rata-rata yang baik.

Mengingat teori Buy and Hold ini dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, maka pemilihan aset yang akan dijadikan sarana investasi sangat penting.

Pilihlah aset dengan total kapitalisasi yang tinggi, contohnya Bitcoin, yang saat ini memiliki kapitalisasi sebesar $325.987.082.146. Hal tersebut berguna untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko monopoli perdagangan.

Selain itu, perhatikan rencana pengembangan dari aset kripto tersebut. Karena aset kripto berbasis teknologi, maka pengembangan utilitas suatu aset kripto dapat berpengaruh terhadap pergerakan harga.

Kapan akan jual ?

Rencana jual merupakan hal penting, tetapi sering tidak direalisasikan pada saat waktunya tepat. Sebagai contoh pada saat bull run 2021, banyak investor yang tidak melakukan aksi jual karena terbawa suasana harga akan terus beranjak naik atau FOMO (Fear of Missing Out).

Dorongan jual lebih tinggi pada saat harga mengalami penurunan atau berada pada bear market. Tidak sedikit institusional melakukan panic selling yang berujung kerugian pada saat harga Bitcoin mengalami penurunan dalam.

BTC/USD monthly chart BITFINEX. Source: TradingView. By: Arli Fauzi..

Sebagai contoh, apabila melakukan akumulasi dengan membeli Bitcoin pada periode 2017-2018, maka investor harus menyiapkan strategi jual untuk mendapatkan keuntungan pada saat pergerakan harga Bitcoin berhasil breakout harga tertinggi pada 2017 dan memulai bull run.

Sama halnya dengan melakukan pembelian, dalam penjualan pun dapat dilakukan secara parsial atau bertahap.