Inflasi dan Ketergantungan Dolar AS, Bikin Negara di Amerika Latin Incar Bitcoin

dollar bitcoin

Portalkripto.com– Negara-negara di Amerika Latin mulai mengincar Bitcoin sebagai alat pembayaran alternatif yang sah. Hal ini dikarenakan adanya ancaman besar inflasi dan ketergantungan mereka pada Dolar Amerika Serikat.

El Salvador menjadi negara pertama di wilayah selatan dan tengah Amerika yang meresmikan Bitcoin sebagai salah satu alat pembayaran yang sah. Nampaknya, El Salvador tidak akan sendiri, gelombang ini nampaknya akan terus bergulir ke negara-negara Amerika latin lainnya.

Paraguay dan Panama nampaknya mulai serius untuk mengkaji penggunaan Bitcoin di negaranya. Panama bahkan sudah merancang Undang-undang untuk melegalkan Bitcoin.

Anggota kongres Panama Gabriel Silva dalam sebuah cuitan di Twitter mengatakan akan mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang untuk melegalkan mata uang kripto sebagai alat pembayaran yang sah. 

LIHAT JUGA: Ethereum (ETH) Berada di Buy Area, Take Profit di Harga Berapa?

Pendekatan ini pun dilakukan karena Panama berencana ingin mejadi pusat teknologi dan kewirausahaan.

“Saya melihat kebijakan pemerintah El Salvador yang mendukung Bitcoin sangat positif dan menarik apabila hal tersebut dapat diterima oleh seluruh masyarakat,” kata Silva di Twitternya.

Selain Panama, Paraguay pun tengah mengantri untuk mensahkan Undang-undang yang mendukung negaranya mengadopsi mata uang kripto. 

Anggota kongres Paraguay, Rejala Helman, mengatakan dalam sebuah utas Twitter bahwa negaranya akan memperkenalkan Undang-undang baru yang mengatur pengadopsian mata uang kripto dan Bitcoin.

“This is Paraguay July we legislate! #Bitcoin,” tulisnya di Twitter, 18 Juni 2021.

Ancaman Inflasi dan Ketergantungan Dolar AS

Bitcoin dan mata uang kripto di negara Amerika Latin memang menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, sebelum ada wacana untuk dilegalkan sebagai mata uang yang sah, sebagian besar masyarakat di sana sudah mengenal Bitcoin.

Alasannya, sebagai negara berkembang yang sampai saat ini sebagian besar masih bergantung pada AS, membuat mereka ingin lebih berdaya secara ekonomi dengan menggunakan mata uang yang terdesentralisasi.

Selain itu, di negara-negara Amerika Latin, seperti El Salvador, banyak masyarakat yang belum bisa mengakses perbankan. Padahal, sebagian besar dari mereka mengandalkan pengiriman uang dari keluarga yang bekerja di luar negeri. Adopsi BTC menjadi salah satu solusi alternatif untuk mengurai masalah tersebut. 

Sedangkan, dari segi ekonomi-politik, negara-negara di Amerika Latin nampak ingin membendung dominasi dollar AS. Banyak analis ekonomi yang menilai dolar AS kini tengah dalam ancaman inflasi yang tinggi. Di akhir tahun 2020 Dolar AS sudah diprediksi akan terus melemah pada tahun 2021. 

LIHAT JUGA:  Empat Coin Potensial Juni 2021, Beserta Analisis Teknikalnya

Hal tersebut tercermin dari melemahnya dominasi dolar terhadap beberapa mata uang utama sejak Maret 2020 atau sejak pandemi covid-19 dirasakan negara-negara di dunia.

Sementara itu ketika pelemahan dolar AS ini, The Fed atau Bank Sentral AS malah akan terus mengeluarkan kebijakan mempertahankan suku bunga dan akan mencetak dollar dengan dalih pemulihan ekonomi setelah pandemi. Namun, kebijakan ini justru membuat sejumlah negara yang mengadopsi dolar AS dilanda kecemasan.

Dengan mengadopsi Bitcoin, negara-negara tersebut memiliki cadangan alternatif ketika nanti dollar AS benar-benar tumbang. Meski, pengadopsian masal ini masih memiliki sejumlah resiko, diantaranya pengucilan dari sejumlah organisasi seperti Bank Dunia, IMF dan negara adidaya.