Jadwal FOMC Meeting 2023 dan Perkiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Share :

Portalkripto.com — Para pejabat tinggi Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed yang tergabung dalam The Federal Open Market Committee (FOMC) akan menggelar delapan kali meeting sepanjang 2023.

Delapan meeting tersebut digelar pada 31 Januari-1 Februari, 21-22 Maret, 2-3 Mei, 13-14 Juni, 25-26 Juli, 19-20 September, 31 Oktober-1 November, dan 12-13 Desember.

Salah satu anggota komite FOMC, Esther George yang menjabat Presiden Bank Sentral Kansas City, menyatakan kenaikan suku bunga harus tetap tinggi hingga 2024 untuk meredam inflasi.

“Saya telah menaikkan perkiraan (kenaikan suku bunga) saya lebih dari 5%,” katanya dalam sebuah wawancara di televisi CNBC.

“Saya akan mempertahankan perkiraan saya, sampai mendapatkan sinyal bahwa inflasi benar-benar mulai turun kembali ke sasaran 2%,” lanjutnya.

Perkiraan George kurang lebih sama dengan apa yang disampaikan Ketua FOMC, Jerome H. Powell. Dalam beberapa kali kesempatan dia menyatakan The Fed akan terus menaikan suku bunga hingga inflasi berada di bawah 2%. Untuk diketahui, inflasi tahunan AS saat ini berada di angka 6,5% turun dari 7% di tahun sebelumnya. Di tahun 2022, tingkat inflasi AS menyentuh 9,1% pada Juni atau tertinggi dalam empat dasa warsa terakhir.

Dalam proyeksi yang disampaikan pada Desember 2022, The Fed menyatakan suku bunga di tahun 2023 diperkirakan akan naik hingga 5,1%. Dengan suku bunga terkini 4,25%-4,50%, hal itu berarti The Fed akan menaikkan lagi suku bunganya lebih dari 50 basis poin sepanjang tahun 2023.

“Menang” Perang Melawan Inflasi

Pendapat lainnya disampaikan Kepala Strategi Global JPMorgan Asset Management, David Kelly. Dia menjelaskan The Fed untuk sementara “memenangkan” perang dalam meredam inflasi, sehingga lebih baik meneruskan kebijakan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Seperti diberitakan sebelumnya, The Fed menurunkan kenaikan suku bunga 50 basis poin di Desember 2022 dari kenaikan 75 basis poin selama empat kali berturut-turut pada Juni, Juli, September, dan November. Dampaknya laju inflasi turun dari 9,1 % pada Juni menjadi 6,5% di Desember.

Di 2023, dia mencatat bahwa pasar mengharapkan kenaikan suku bunga pada FOMC meeting di Februari dan pertemuan selanjutnya. Pasar berjangka mengharapkan Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Februari dan kemungkinan besar kenaikan 25 basis poin lainnya di bulan Maret.

Kelly tidak sendirian. Miliarder seperti Elon Musk dan Barry Sternlicht pun mendesak The Fed untuk mempertimbangkan kembali proyeksi kenaikan suku bunganya.

Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed terhadap Kripto

Kenaikan suku bunga The Fed memiliki dampak yang cukup besar terhadap pasar keuangan secara keseluruhan, termasuk pasar kripto.

Ketika The Fed meningkatkan suku bunga maka mata uang fiat seperti dolar AS menjadi lebih kuat. Sementara banyak mata uang kripto cenderung melemah. Hal ini terjadi karena investor cenderung tertarik pada aset yang lebih aman seperti uang fiat yang suku bunganya tinggi. Sedagkan mata uang kripto dianggap lebih berisiko dan kurang stabil.

Selain itu, kenaikan suku bunga juga dapat mempengaruhi tingkat inflasi, yang dapat mempengaruhi nilai mata uang kripto. Banyak orang yang berinvestasi dalam mata uang kripto sebagai alternatif untuk menghindari inflasi. Jadi jika inflasi meningkat setelah kenaikan suku bunga, ini dapat menyebabkan investor kripto kehilangan kepercayaan dan menjual aset kripto mereka.

Namun, perlu diingat bahwa pasar kripto masih sangat volatil dan tidak dapat diprediksi dengan pasti. Jadi, meskipun kenaikan suku bunga dapat memiliki dampak tertentu terhadap pasar kripto, tidak ada jaminan bahwa ini akan terjadi dengan pasti. Selalu penting untuk melakukan riset dan mengevaluasi risiko sebelum berinvestasi dalam mata uang kripto atau aset keuangan lainnya.