Kaleidoskop Pergerakan Harga dan Data On-Chain Bitcoin 2022

Share :

Portalkripto.com — Musim dingin kripto sepanjang tahun 2022 akan dikenang oleh setiap komunitas di dalamnya. Lika-liku di setiap kejadian besar menjadi fundamental yang menggetarkan dunia kripto dan berdampak pada volatilitas harga.

Berikut kaleidoskop Pergerakan Harga dan Data On-Chain Bitcoin 2022.

Pergerakan Harga

– Bitcoin mengawali tahun 2022 (Q1) dengan penurunan harga pada Januari. Penurunan tersebut tidak begitu lama karena harga Bitcoin berhasil bounce pada Februari-Maret.
– Musim dingin kripto baru dirasakan pada saat harga Bitcoin mengalami penurunan di Q2 tahun 2022.
– Pergerakan harga Bitcoin menukik tajam, turun 62,72% pada periode 1 April hingga menemukan lantai penurunan pada 18 Juni, dari level $47,4K anjlok hingga $17,5K.
– Pergerakan harga Bitcoin mengalami sideways yang cukup lama pada Q3 hingga pertengahan Q4.
– Memasuki bulan November, penurunan harga Bitcoin berhasil breakdown major support sementara yang tercipta pada 19 Juni di level $17,5K.
– Harga terendah pada penutupan kandil harian 10 November pada level $15.555 menjadi major support yang baru.
– Setelah mengalami penurunan harga di November, pergerakan harga Bitcoin kembali sideways pada bulan terakhir di Q4 (Desember).

BTC/USDT daily chart Binance. Source: TradingView. By: Arli Fauzi.

Bitcoin Exchange Reserve

– Ketersediaan Bitcoin (exchange reserve) di bursa sentral (CEX) mengalami penurunan konsisten pada musim dingin 2022.
– Puncaknya berada pada 2 momen yang menjadi sorotan sepanjang 2022, yaitu penurunan pada Juni dan November.
Exchange reserve Bitcoin berkurang sebanyak 11.268 BTC pada periode 14-20 Juni.
– Puncaknya berada pada penurunan pada periode 6-17 November, exchange reserve Bitcoin berkurang sebanyak 247.367 BTC.

Bitcoin Exchange Reserve by: Cryptoquant.

Bitcoin Exchange Netflow

– Rata-rata dari Bitcoin exchange netflow ditutup negatif sepanjang tahun 2022.
– Penutupan negatif pada Bitcoin exchange netflow mengindikasikan adanya arus keluar (outflow) yang lebih tinggi daripada arus masuk (inflow).
– Bulan Juni dan November kembali menjadi sorotan setelah adanya pergerakan impulsif pada outflow Bitcoin dengan jumlah yang tinggi.

Bitcoin Exchange Netflow by: Cryptoquant.

Bitcoin Miners Position index (MPI)

– Terdapat 4 momen yang mengindikasikan adanya pergerakan agresif pada wallet yang ter-afiliasi sebagai miners.
– Tingginya rasio MPI menunjukan adanya arus keluar (outflow) yang lebih banyak dari biasanya, dan mengindikasikan akan adanya penjualan.
– Akhir Maret hingga awal April terjadi lonjakan MPI, bahkan hingga mencapai level 7. Saat itu harga Bitcoin masih stabil pada harga $46K-$47K.
– Pada bulan Juni rasio MPI kembali naik dan menyentuh level 2, hal tersebut terjadi setelah adanya penurunan harga tajam
– Selanjutnya, pada 2 September MPI kembali bergairah, naik hingga menyentuh level 1,8. Tidak lama kemudian harga Bitcoin naik (6-9 September).
– Kenaikan MPI terakhir berada pada awal November, MPI naik menyentuh level 2,7. Kejadian tersebut terjadi setelah penurunan harga yang cukup signfikan, sama dengan bulan Juni.

Bitcoin Miners Position Index (MPI) by: Cryptoquant.

Bitcoin Spent Output Profit Ratio (SOPR)

– Musim dingin memaksa para pemegang jangka pendek atau panjang Bitcoin, menjual rugi aset mereka.
– Berdasarkan data on-chain, hanya pada awal Februari pemegang Bitcoin melakukan penjualan dengan keuntungan.
– Penjualan masif yang berujung rugi terjadi pada penurunan harga bulan November.

Bitcoin Spent Output Profit Ratio (SOPR) by: Cryptoquant.

Bitcoin MVRV Ratio

– Penurunan harga pada Juni, menarik harga Bitcoin kembali memasuki area terendahnya dibawah level 1 MVRV ratio.
– Sebelumnya, penurunan harga Bitcoin memasukin level terendahnya pada Maret 2020.
– Meskipun pada bulan Agustus terjadi rebound, tetapi penurunan kembali berlanjut hingga bulan terakhir di 2022.

Bitcoin MVRV Ratio by: Cryptoquant.