Kini Giliran CEO Alameda Research yang Dijerat Dugaan Penipuan

Share :

Portalkripto.com — Mantan CEO Alameda Research Caroline Ellison dan salah satu pendiri FTX, Gary Wang, resmi dituntut atas dugaan penipuan.

Jaksa AS untuk Kantor Kejaksaan Distrik Selatan New York, Damian Williams, mengumumkan bahwa kasus yang menjerat mereka sama dengan kasus yang menjebloskan Sam Bankman-Fried ke penjara.

“Ellison dan Wang telah mengaku bersalah atas tuduhan tersebut dan keduanya telah bekerja sama dengan SDNY (Kantor Kejaksaan Distrik Selatan New York),” kata Williams, Kamis, 22 Desember 2022.

Sikap ‘pasrah’ Ellison tentunya tidak mengejutkan bagi sebagian orang. Saat FTX dan Alameda hancur, ia bahkan terlihat sedang membeli kopi di sebuah kafe tak jauh dari kantor kejaksaan AS dan kantor FBI New York pada 5 Desember lalu.

Sementara pengacara Gary Wang kepada The New York Times mengatakan, Wang siap bertanggung jawab atas perbuatannya dan bersedia bekerja sama dalam penyelidikan.

Namun, Williams tidak menyebut nama mantan FTX Digital Chairman, Ryan Salame. Beberapa hari sebelum FTX mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11, Salame memberi tahu pihak berwenang di Bahama tentang FTX yang menggunakan dana pelanggan untuk menutupi kerugian Alameda Research.

Salame menjadi ‘cepu’ dengan memberi tahu pihak berwenang bahwa satu-satunya orang yang dapat mentransfer dana pelanggan FTX ke Alameda Research adalah Bankman-Fried, direktur teknik Nishad Singh, dan salah satu pendiri FTX dan Alameda, Gary Wang.

Williams menegaskan, Bankman-Fried sekarang berada dalam tahanan Biro Investigasi Federal (FBI). Mantan CEO FTX itu sedang dalam proses ekstradisi ke Amerika Serikat.

Menurutnya, Bankman-Fried akan dibawa langsung ke Distrik Selatan New York untuk disidang. Penindakan terhadap Bankman-Fried juga menjadi peringatan bagi aktor lain yang ikut melakukan pelanggaran dalam kasus FTX dan Alameda Research.

“Kami bertindak cepat dan kesabaran kami ada batasnya,” ungkap Williams.

Bankman-Fried menghadapi delapan dakwaan pidana termasuk wire fraud, pencucian uang, dan konspirasi. Ia dibayangi hukuman maksimal 115 tahun penjara jika dinyatakan bersalah.

Dia telah resmi dipindahkan dari penjara Fox Hill milik pemerintah Kepulauan Bahama ke penjara milik otoritas AS, pada 21 Desember. Ia telah secara resmi menandatangani persetujuan ekstradisi yang prosesnya diperkirakan bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu.

Pengacara Bankman-Fried mengklaim, kliennya ingin mempercepat proses hukum agar bisa memenuhi hak-hak pelanggan FTX.

SEC dan CFTC Ajukan Tuntutan Terpisah

Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) AS mengajukan tuntutan pidana terpisah kepada Sam Bankman-Fried dan Caroline Ellison. Keduanya diduga telah merencanakan manipulasi harga token FTT untuk menaikkan harganya.

“Ketika FTT dan lainnya runtuh, Bankman-Fried, Ellison, dan Wang meninggalkan investor,” ujar Ketua SEC Gary Gensler.

Menurutnya, jika platform kripto belum mematuhi undang-undang sekuritas yang telah teruji, risiko bagi investor akan selalu ada. Ia menegaskan, SEC tetap fokus agar membuat seluruh industri patuh pada undang-undang.

Wakil Direktur Divisi Penegakan SEC, Sanjay Wadhawa, menyebut Bankman-Fried dan Ellison bekerja sama menyembunyikan informasi penting dari investor FTX. “Dengan diam-diam menyedot dana pelanggan FTX ke neraca Alameda, para terdakwa menyembunyikan risiko yang dihadapi investor dan pelanggan FTX,” ujarnya.

Commodities Futures Trading Commission (CFTC) juga dilaporkan menuntut Ellison dan Wang dengan dugaan penipuan terkait penjualan komoditas aset digital. Keduanya disebut telah melanggar UU perdagangan antarnegara bagian.

CTFC menyebut, Wang membuat fitur dalam FTX yang memungkinkan Alameda untuk mengajukan pinjaman dalam jumlah yang tidak terbatas kepada exchange tersebut. Sistem itu juga didesain untuk memberikan keuntungan khusus kepada Alameda.

“Fitur ini memungkinkan Alameda secara diam-diam menyedot aset pelanggan FTX dan platform FTX,” kata Ketua CFTC Rostin Behnam, dikutip Decrypt.