Kultus Juru Selamat Kripto, CZ, dan Binance yang Kian Berkuasa

Share :

Portalkripto.com — Bos Binance, Changpeng Zhao (CZ) mengatakan ekosistem kripto tak membutuhkan juru selamat. Semua yang berkecimpung di dunia kripto menurutnya merupakan bagian dari keseluruhan ekosistem.

Pernyataan bos exchange kuning tersebut diutarakan dalam sebuah utas panjang yang dia unggah di Twitter pada 6 Desember 2022. Utas itu berisi upaya penafian CZ terhadap sejumlah “narasi yang keliru” terhadap dirinya terutama dalam konteks drama keruntuhan FTX.

Setelah bencana yang bikin heboh tersebut, CZ nampak terlihat semakin aktif di Twitter, mengabarkan sejumlah update aksi Binance dalam kaitannya dengan krisis FTX. CZ juga beberapa kali memberikan petuah terhadap para pelaku industri kripto.

Tak lama setelah FTX mengumumkan pengajuan kebangkrutan Bab 11 ke Pengadilan Delaware, Amerika Serikat, CZ mengumumkan bahwa Binance bakal menggelontorkan dana pemulihan industri $1 miliar untuk membantu proyek-proyek yang terbelit krisis likuiditas.

Sebelumnya, unit usaha Binance Pool merilis proyek pinjaman sebesar $500 juta untuk membantu industri penambang Bitcoin yang tengah dilanda krisis lantaran margin keuntungan yang semakin susut dengan tenor berdurasi 18-24 bulan.

Tweet Zhao ini mendapat tanggapan dari sejumlah Tweeps. Beberapa di antaranya kedapatan memberi respons negatif dengan nada mengejek, menyebut bahwa tak ada yang mengagapnya sebagai juru selamat dan menyamakan CZ dengan SBF.

Di sisi lain, sejumlah tweet mendukung dan bersimpati terhadap Zhao. Ada yang menyebut CZ sebagai “raja” dan “tuan” laiknya sosok yang dikultuskan, ada juga menganggapnya laksana pahlawan.

Binance Semakin Dominan

Keruntuhan FTX yang monumental berdampak struktural terhadap industri kripto secara umum. Selain harga token yang berjatuhan, sejumlah pemain industri kripto juga terpaksa menutup buku dan menggulung tikar.

Salah satu exchange kripto, BlockFi telah mengikuti FTX mengajukan kebangkrutan. Platform peminjaman aset kripto Genesis, juga sedang berkutat dengan masalah finansial dan ada di ambang kebangkrutan.

Di luar parade kebangkrutan, ada juga parade PHK karyawan industri kripto. Dua exchange kompetitor Binance, Bybit dan Kraken sudah memecat lebih dari 30% karyawannya. Di tanah air, exchange Tokocrypto merumahkan 20% karyawannya pada September lalu.

Di sisi lain, bendera kuning Binance semakin berkibar. Akhir November lalu, Binance mengumumkan telah mengakuisisi Sakura Exchange BitCoin (SEBC) Jepang. Belakangan, Binance juga dikabarkan akan mengakuisisi Tokocrypto.

Binance juga semakin mengukuhkan dominasinya sebagai exchange kripto terbesar di dunia. Berdasarkan index The Block, exchange yang berkantor di Dubai dan Paris ini kini menguasai 75℅ volume transaksi kripto di exchange secara global.

Tingkat volume trading 75% pada November ini naik signifikan bila dibandingkan dengan data bulan Oktober. Saat itu volume trading Binance tercatat $390 miliar atau 60,7%.

Data volume trading bulanan exchange kripto The Block.

Dominasi Binance ini jauh di atas kompetitor terdekatnya saat ini, yakni Coinbase. Exchange yang didirikan Brian Armstrong ini mencatatkan volume trading $60,59 miliar atau hanya 9%.

Di daftar selanjutnya ada Kraken dengan volume trading $23,42 miliar (3,5%), lalu menyusul FTX yang kini sudah runtuh dengan volume $21,19 miliar. Kemudian ada BTSE dengan volume $12,2 miliar.