Lebih Ugal-ugalan dari Bitcoin, Saham Netflix Anjlok 25%

Share :

Portalkripto.com— Harga saham Netflix (NFLX) turun 25% dalam perdagangan after hours. Hal ini membuat komunitas kripto gembira. Gembira bukan untuk mensyukuri turunnya NFLX, tapi sebagai perbandingan jika kripto terlihat lebih stabil dibandingkan dengan pasar saham.

Turunnya harga NFLX dipicu oleh berita pada Selasa, 19 April 2022, yang menyebutkan Netflix kehilangan 200.000 pelanggannya pada kuartal pertama 2022. Hengkangnya pelanggan disinyalir akibat Netflix yang menaikkan harga di pasar utama termasuk AS dan Inggris.

Faktor lainnya adalah kecenderungan penggunaan satu akun yang sama dari pelanggan yang berbeda, serta persaingan dunia streaming yang semakin berkembang.

Cabutnya pelanggan dari Netflix dipredikasi masih akan berlanjut hingga kuartal kedua dengan potensi kehilangan dua juta pelanggan. Saat ini Netflix masih memiliki lebih dari 220 juta pelanggan di seluruh dunia.

Investor bereaksi dengan melakukan dumping pada saham NFLX dalam perdagangan after hours, menyebabkan harga jatuh ke level terendah tahunan baru yaitu $258,90. Ketika perdagangan dibuka untuk hari ini pukul 13:30 UTC, tidak jelas pada harga berapa saham tersebut akan dibuka.

Anjloknya NFLX membuat komunitas kripto gembira karena selama ini mereka menghadapi kritikan dari investor tradisional yang menyatakan kripto terlalu fluktuatif.

Analis Crypto dan host YouTube Into the Cryptoverse, Benjamin Cowen, mencuit kepada 622.000 pengikutnya hari ini. Dia menulis bahwa anjloknya NFLX mengingatkannya tentang bagaimana saham menjadi lebih seperti #crypto, ketimbang sebaliknya.

LIHAT JUGA: Pergerakan Bitcoin Saat ini Beri Sinyal Whale akan Masuk

Di tahun 2022, tren harga NFLX tercatat lebih buruk daripada Bitcoin (BTC). NFLX kehilangan 57% sejak 1 Januari 2022 setelah mencapai puncaknya pada $597,37. Sebagai perbandingan, BTC turun 11% secara keseluruhan sejak harga pembukaan 2022 dari $46,319 menjadi $41,288.

Saham perusahaan teknologi lainnya yang mengalami penurunan tajam tercatat pada 2 Februari yaitu PayPal (PYPL) turun 20% dari $172,77 menjadi $139,89. Di hari yang sama, Meta Platforms (META) — sebelumnya Facebook — turun 25% dari $327,82 menjadi $244,65.

Namun jika ditarik lebih jauh ke belakang, Bitcoin pernah jatuh lebih parah dibandingkan saham-saham tersebut. Terakhir kali BTC turun setidaknya 25% dalam satu hari adalah pada 12 Maret 2020, ketika turun 41% dari $7969 menjadi $4776.

Analisis yang dilakukan oleh firma riset kripto Into The Block menyatakan bahwa BTC dan Ether (ETH) kurang stabil dibandingkan banyak saham, terutama yang memiliki penawaran kripto. Analisis yang menggunakan rasio Sharpe ini membandingkan volatilitas di berbagai investasi. Semakin rendah skornya, semakin tidak stabil aset tersebut. Bitcoin menerima skor -0,02, Square (-0,05), MicroStrategy (-0,02), dan Coinbase (-0,02).

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.


AZNverse