Long-time Holders Bitcoin Lebih Banyak Buang BTC Saat Terra Ambruk

Share :

Portalkripto.com — Pemegang Bitcoin jangka panjang (long-term holders / LTH) tercatat melakukan dump hingga 84.560 BTC dalam waktu dua pekan, tepatnya setelah FTX menyatakan bangkrut. Penurunan ini menjadi salah satu yang paling signifikan di sepanjang tahun ini.

Menurut data terbaru dari platform data on-chain Glassnode, pada awal November 2022, LTH memegang sebanyak 13,883 juta BTC. Jumlah itu berkurang menjadi 13,799 BTC pada saat ini.

Namun, dump bitcoin yang lebih besar oleh LTH ternyata terjadi pada Mei, Juni, dan Juli 2022 secara berturut-turut, setelah insiden ambruknya Terra/Luna. Long-term holders membuang sedikitnya 101.000 BTC pada Mei, 143.000 BTC pada Juni, dan 119.000 BTC pada Juli.

Total kepemilikan BTC oleh investor jangka panjang. (sumber: Glassnode)

Sementara itu, Bitcoin yang disimpan investor (bukan LTH) selama kurang lebih 6 bulan juga mengalami likuidasi massal sebanyak 254.000 BTC dalam waktu dua pekan setelah FTX hancur. Jumlah ini sama dengan 1,3% dari total pasokan BTC.

Glassnode mengungkapkan, dalam kelas BTC ini, dump terbesar terjadi pada 17 November 2022, yang mencatat likuidasi lebih dari 130.600 BTC

Investor Institusi Ambil Kesempatan Serok Kripto di Bear Market

Sebuah survei yang dilakukan Custom Research Lab yang didukung Coinbase menunjukkan, 62% investor institusi menyerok banyak BTC dalam bear market tahun ini. Sebaliknya, hanya 12% investor yang mengurangi kepemilikan aset kriptonya.

Hasil survei yang dirilis pada 22 November ini menunjukkan investor institusi masih memiliki sentimen bullish terhadap kripto dalam jangka panjang, meski saat ini harga sedang turun.

Survei yang dilakukan pada 21 September hingga 27 Oktober itu juga mengungkapkan, lebih dari setengah investor institusi yang disurvei memiliki rencana membeli dan menyimpan kripto. Mereka mengaku percaya harga kripto masih akan stagnan setidaknya dalam 12 bulan terakhir.

Sementara 58% responden mengaku berharap portofolio mereka bisa meningkat dalam kurun waktu tiga tahun. Mereka juga sepakat jika valuasi kripto akan terus meningkat secara jangka panjang.

Responden dalam survei ini terdiri dari 140 investor konstitusi berbasis di Amerika Serikat (AS), yang secara kolektif memiliki aset kripto sebesar $2,6 triliun.

Pada Oktober lalu, sebuah survei yang dilakukan Fidelity Digital Assets juga menunjukkan kecenderungan yang sama, yakni investor institusi banyak memanfaatkan bear market untuk menyerok kripto.

“Mereka agnostik terhadap volatilitas dan harga (kripto) karena mereka melihat dari sudut pandang jangka panjang. Mereka melihat ke beberapa tahun mendatang, lima tahun, lima dekade, dan seterusnya,” ujar kepala peneliti Fidelity, Chris Kuiper, kepada Cointelegraph.

Kedua survei ini dilakukan sebelum exchange kripto FTX ambruk. Menurut CoinShares, setelah terjadi insiden FTX, total aset kripto yang dikelola investor institusi turun menjadi $22 miliar, terendah dalam dua tahun terakhir.