Ringkasan
- Bitcoin berhasil menembus kembali level $94.000, memulihkan struktur bullish jangka pendek.
- Likuiditas bid-ask tetap lemah, menunjukkan pembeli belum masuk dalam jumlah besar.
- Pergerakan harga menguat meski pasar menunggu hasil pertemuan FOMC.
- Indeks premium Korea melemah, sementara Coinbase Premium kembali positif, menandakan akumulasi spot.
Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan kekuatan dalam tren jangka pendek setelah sempat menembus level $94.000, meski indikator likuiditas masih memberi tanda waspada bagi pasar.
Bitcoin Mempertahankan Tren Naik Menjelang FOMC
Setelah breakout pada 3 Desember, BTC sempat kesulitan menutup candle harian secara tegas di atas $93.000. Banyak trader memilih bersikap pasif menjelang rapat FOMC sehingga harga bergerak sideways selama beberapa hari.
Situasi berubah pada Selasa, 9 Desember 2025, ketika BTC menembus area $93.500, menghasilkan higher high yang mengonfirmasi pulihnya momentum bullish jangka pendek.
Pada grafik 4 jam, BTC sebelumnya sudah menutup seluruh Fair Value Gap (FVG) antara $87.500–$90.000, namun tidak berhasil menciptakan impuls lanjutan. Breakout terbaru ini membatalkan keraguan tersebut dan menunjukkan kekuatan baru meski kondisi makro masih bergejolak.

BTC kini juga berada dekat VWAP bulanan di time frame 4 jam dan harian. Jika BTC mampu bertahan di atas VWAP setelah FOMC, itu menjadi sinyal tambahan bahwa tren naik mulai menguat kembali.
BACA JUGA: Level Kunci & Risiko: Analisa Harga Bitcoin di Bulan Desember 2025
Trader Jelle mengomentari konsolidasi yang terjadi sebelumnya. Ia menyebutkan dengan level $93.000 yang kini ditembus sebelum FOMC, bias pasar cenderung bullish, meski trader tetap mewaspadai volatilitas setelah pengumuman.
“Sejauh ini hari yang cukup membosankan. BTC masih bergerak di sekitar monthly open… Perhatikan kemungkinan lower low di bawah 87.6 atau breakout bersih di area 93k.”
Harga Menguat, Tapi Likuiditas Masih Dipertanyakan
Meski harga BTC mengalami penguatan, indikator likuiditas belum menunjukkan dukungan yang solid. Bid-ask ratio masih rendah dan tidak stabil.
Pada penurunan tajam November dari $100.000 ke $80.000, rasio ini sempat berubah positif karena adanya pembeli besar yang menyerap tekanan jual. Namun dalam rebound kali ini, tidak terlihat agresivitas serupa — menandakan kenaikan menuju $93.500 lebih dipimpin oleh harga, bukan oleh permintaan besar dari pasar.
Ini menunjukkan bahwa pembeli ada, tetapi belum dalam volume besar seperti yang biasanya mendukung tren naik yang kuat.
Data premi harga di bursa juga memperlihatkan dinamika menarik:
- Korea Premium Index turun drastis dan kini mendekati netral atau sedikit negatif. Tahun ini pasar Korea sering menunjukkan premium saat reli, tetapi antusiasme itu kini meredup — tanda bahwa investor ritel belum ikut mengejar kenaikan.
- Coinbase Premium Index, indikator minat investor AS, kembali positif. Biasanya, angka positif moderat menandakan fase akumulasi awal dalam pembalikan tren.


