Orang Dalam Dicurigai Terlibat Pump Dump Token yang Baru Listing di Binance

Share :

Portalkripto.com — Beberapa alamat dompet diketahui memborong sejumlah aset kripto beberapa saat sebelum di-listing di bursa Binance. Dompet tersebut kemudian melakukan aksi dumping dengan menjual seluruh aset setelah harga naik beberapa saat setelah listing diumumkan.

Direktur Coinbase, Conor Grogan, menemukan pola aksi pump and dump koin yang baru listing di Binance tersebut setelah melacak aktivitas transaksi beberapa dompet anonim selama 18 bulan terakhir. Conor menemukan ada sekumpulan dompet yang membeli sejumlah besar token beberapa menit sebelum pengumuman listing di Binance dan langsung menjualnya tepat setelah pengumuman.

Daftar pertama aktivitas mencurigakan itu dilakukan oleh dompet 0xc0. Dompet tersebut membeli Rari Governance Token (RGT) seharga $900.000 beberapa detik sebelum listing di Binance dan langsung menjualnya kembali beberapa menit setelah listing diumumkan. RGT sendiri di-listing di Binance pada 5 November 2021. Grafik CoinMarketCap menunjukkan terjadi uptrend di hari-hari menjelang dan setelah pengumuman listing hingga memuncak pada 7 November. Setelahnya, harga RGT mulai turun hingga beberapa hari kemudian.

Daftar kedua adalah dompet 0x20. Dompet tersebut membeli sekitar 78.000 keping Ethernity (ERN) antara 17 hingga 21 Juni 2021 dan menjualnya tepat setelah pengumuman listing di Binance. ERN di-listing di Binance pada 22 Juni. Harga ERN tidak mengalami pumping tajam dan justru memperlihatkan downtrend selama proses akumulasi hingga penjualan oleh 0x20.

Selanjutnya, ada dompet 0xA6 yang membeli sekitar $750.000 Tornado Cash (TORN) pada 9 Juni 2021. Dompet tersebut kemudian melakukan aksi dumping dengan menjual seluruh TORN tepat setelah pengumuman listing pada 11 Juni.

Berikutnya, ada dompet 0xaf yang memborong token RAMP senilai $500.000 selama beberapa hari sebelum listing di Binance. Pemiliknya mendapat untung $100.000 setelah melakukan penjualan selepas listing pada 22 Maret 2021.

Pergerakan harga token RAMP sepanjang bulan Maret 2021 (Sumber: CoinMarketCap).

Lainnya, ada pemilik dompet 0xcB yang membeli $100.000 Gnosis (GNO) beberapa saat sebelum listing dan langsung menjualnya setelah Binance mengumumkan akan mulai memperdagangkan GNO pada 30 Agustus 2021.

Pola serok sebelum dan dumping setelah listing di Binance ini telah membuat pemilik dompet mengantongi keuntungan cuan senilai ratusan ribu dolar. Aktivitas yang jual beli semacam ini telah memicu kecurigaan bahwa pemilik dompet memiliki akses atau informasi yang terkait langsung dengan listing koin di Binance.

Grogan menduga bahwa aktivitas ini kemungkinan dipicu keberadaan orang dalam yang memiliki koneksi dengan tim aset yang bertanggung jawab atas listing koin anyar di Binance. Bisa juga, aksi ini dilakukan oleh orang luar yang memiliki application programming interface (API) key Binance sehingga bisa melakukan pelacakan koin yang akan di-listing

“Saya tidak mengklaim koneksi apa pun ke Binance selain bahwa trader ini mengatur waktu sebelum dan sesudah pengumuman listing. Bisa juga [pelakunya] seseorang yang sama sekali tidak terkait dengan Binance, seperti seseorang yang menemukan semacam kebocoran API,” kata Grogan dalam sebuah komentar tanggapan.

Belum lama ini, tiga alamat dompet milik bandar kripto bermodal tebal dikabarkan menghasilkan cuan $649,638 hasil pump and dump koin saat detik-detik listing Rocket Pool (RPL) di bursa Binance. Mereka diketahui berhasil meraup cuan sekitar $650 ribu atau setara Rp9,8 miliar. RPL sendiri merupakan salah satu koin kripto proyek liquid staking derivatives (LSD) yang baru di-listing di Binance pada 18 Januari 2023.

Problem Insider Trading

Insider trading merupakan salah satu bentuk manipulasi pasar yang menjadi penyakit dalam bursa perdagangan aset, termasuk kripto. Insider trading adalah aktivitas perdagangan oleh orang dalam perusahaan bursa yang mengetahui informasi tentang kebijakan-kebijakan yang berdampak pada harga aset tertentu. Kebijakan listing koin merupakan salah satu faktor yang kerap mempengaruhi harga aset kripto. Saat sebuah koin di-listing di bursa kripto besar, biasanya harga koin tersebut akan naik.

Belum lama ini, sebuah kasus yang disebut sebagai insider trading pertama di dunia kripto disidangkan di pengadilan Amerika Serikat (AS). Nikhil Wahi, adik dari mantan manajer produk Coinbase, dijatuhi hukuman 10 bulan penjara oleh majelis hakim. Ia mengeruk cuan hasil insider trading berdasarkan informasi rahasia yang diperoleh dari kakaknya, Ishan Wahi. Menurut jaksa, Nikhil telah menghasilkan keuntungan hampir $900.000 dari tindakan ilegalnya.

Binance sendiri baru-baru ini mengeluarkan kebijakan anyar yang bertujuan untuk mengurangi potensi insider trading alias perdagangan orang dalam. Perusahaan tersebut melarang karyawan atau anggota keluarganya untuk menjual koin kripto mereka sebelum memenuhi masa kepemilikan selama 90 hari. Mereka baru bisa menjual koin tersebut setelah melewati masa 90 hari kepemilikan.