Pemilik Kripto Diprediksi Bertambah 200-400 Juta Orang di 2023

Share :

Portalkripto.com — Tren bearish yang terjadi hampir sepanjang tahun 2022 tak membuat industri kripto kehilangan daya tarik. Pelaku industri tampak optimis menghadapi tahun 2023 yang diramal bakal diramaikan ratusan juta pemain baru di dunia kripto.

Hasil riset Crypto.com memperkirakan jumlah pemilik aset kripto pada 2023 akan menembus angka 600-800 juta orang. Per November 2022, jumlah pemilik kripto yang tercatat mencapai 402 juta. Artinya akan ada sekitar 200-400 orang baru yang diramal akan terjun ke dunia kripto pada tahun 2023.

“Bergantung pada kondisi pasar, kami perkirakan jumlah pemilik kripto global dapat mencapai 600 – 800 juta pada tahun 2023.” urai laporan tersebut.

Ramalan tersebut boleh jadi akan meleset. Seperti disinggung dalam laporan, tingkat adopsi kripto sendiri bakal tergantung pada kondisi pasar.

Sebelumnya, Crypto.com yang terbit awal tahun 2022 juga sempat meramalkan angka pemilik kripto secara global pada 2022 akan mencapai 1 miliar. Namun nyatanya angka perkiraan tersebut sangat jauh dari kondisi aktual.

Dalam riset itu, Crypto.com mencatat peningkatan double digit jumlah pemilik aset kripto beberapa tahun terakhir. Hingga Desember 2021, jumlah pemilik kripto mencapai 295 juta atau meningkat 178% secara tahunan.

Chainalysis 2022 Global Crypto Adoption Index dalam outlook-nya mencatat adopsi kripto di 2022 melambat lantaran tren bearish market. Walau begitu, tren angka pertumbuhannya masih lebih tinggi dari tahun 2020.

Tingkat kenaikan adopsi kripto paling tinggi terjadi di negara berpenghasilan menengah ke bawah dan menengah ke atas yang sering mengandalkan kripto untuk mengirim uang dan mempertahankan tabungan mereka dari volatilitas mata uang fiat.

Di Indonesia, laporan Indonesia Crypto Outlook Report 2022 mencatat terjadinya peningkatan jumlah trader kripto atau investor di tanah air selama tahun 2022.

Laporan yang disusun Asosiasi Blockchain Indonesia tersebut mencatatkan jumlah trader kripto di Indonesia mencapai 16,4 juta pada periode Januari-Oktober. Artinya ada peningkatan 152% ketimbang 6,5 juta trader yang tercatat dalam outlook tahunan 2021.